SUMENEP, Garuda Jatim — Transformasi wajah perpustakaan daerah kian nyata di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) setempat kembali mencuri perhatian publik setelah sukses meraih Juara II dalam Lomba Merangkai Ketupat pada ajang Festival Ketupat 2026.
Keikutsertaan Dispusip bukan sekadar formalitas institusi pemerintah dalam agenda tahunan. Mereka tampil dengan konsep matang, memadukan seni anyaman ketupat dengan narasi budaya yang kuat.
Hasilnya, karya yang disuguhkan mampu menyita perhatian juri sekaligus memukau ratusan pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian ketupat yang dihadirkan tidak hanya mengedepankan estetika visual, tetapi juga sarat makna filosofis. Nilai kebersamaan, kesederhanaan, hingga kearifan lokal masyarakat Madura tergambar jelas dalam setiap detail anyaman yang ditampilkan.
Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari strategi besar lembaganya dalam mengintegrasikan literasi dengan pelestarian budaya.
“Ini bukan sekadar lomba. Kami ingin menunjukkan bahwa perpustakaan bisa menjadi ruang hidup bagi budaya. Ketupat adalah simbol, dan melalui kreativitas, kami mencoba menghidupkan kembali makna itu di tengah masyarakat,” ungkapnya. Jumat (27/3/26)
Menurutnya, pendekatan kreatif menjadi kunci agar nilai-nilai tradisi tidak tergerus zaman. Dispusip, kata dia, berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, tetap terhubung dengan akar budaya mereka.
Partisipasi aktif dalam Festival Ketupat juga menjadi langkah konkret Dispusip dalam memperluas fungsi kelembagaan. Tidak lagi sebatas tempat membaca, perpustakaan kini didorong menjadi pusat aktivitas budaya dan edukasi yang lebih inklusif.
Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa Dispusip Sumenep mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman. Di saat banyak lembaga publik masih berkutat dengan pola lama, Dispusip justru tampil progresif dengan menjadikan budaya sebagai medium literasi yang hidup dan relevan.
Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat untuk terus berinovasi, sekaligus memperkuat posisi Dispusip sebagai aktor penting dalam menjaga sekaligus mempromosikan identitas budaya daerah di kancah yang lebih luas.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











