SUMENEP, Garuda Jatim – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) menyiapkan langkah strategis untuk tahun 2026 dengan mengusung tiga agenda utama, yakni perluasan edukasi keuangan, optimalisasi layanan berbasis digital, serta penguatan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Strategi ini dirancang untuk mempertegas peran perusahaan sebagai motor penggerak ekonomi berbasis syariah di Kabupaten Sumenep.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengungkapkan bahwa perusahaan akan memperluas jangkauan literasi keuangan dengan menyasar puluhan lembaga pendidikan.
Program ini ditargetkan mampu menghadirkan layanan perbankan digital di sekitar 90 sekolah pada tahun depan, sebagai bagian dari upaya mengenalkan sistem keuangan syariah sejak dini kepada generasi muda.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk membangun kesadaran finansial pelajar, sekaligus menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah. Dengan pendekatan edukatif yang terintegrasi, BPRS Bhakti Sumekar ingin memastikan generasi muda memiliki fondasi ekonomi yang kuat di masa depan.
“Pengenalan pengelolaan keuangan sejak sekolah penting agar generasi muda memiliki kesiapan ekonomi di masa mendatang,” ujar Hairil Fajar. Rabu (25/3/26).
Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi fokus serius perseroan. Melalui pengembangan aplikasi BBS Mobile, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan berbagai fitur baru, termasuk informasi lokasi ATM dan jaringan kantor layanan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses serta efisiensi transaksi bagi nasabah.
Hairil menegaskan bahwa pembaruan sistem digital tidak hanya bertujuan mempercepat layanan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam setiap aktivitas perbankan.
Tak berhenti pada inovasi teknologi, perusahaan juga memperkenalkan produk simpanan baru dengan setoran awal yang terjangkau, mulai dari Rp1 juta. Produk ini dirancang untuk memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Komitmen terhadap UMKM turut diperkuat melalui penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif serta program pendampingan usaha. Pendekatan ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnisnya.
Manajemen BPRS Bhakti Sumekar menilai sektor UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari lembaga keuangan daerah.
“Tugas kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan pelaku usaha berkembang dan semakin mandiri,” tambah Hairil.
Dengan tiga fokus utama tersebut, BPRS Bhakti Sumekar optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan syariah daerah yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











