SUMENEP, Garuda Jatim — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, secara tiba-tiba mengumumkan akan kembali mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/3/2026) besok, setelah hampir sepekan tidak ada penyaluran kepada para siswa.
Namun rencana distribusi tersebut menuai tanda tanya dari sejumlah pihak sekolah. Pasalnya, beberapa sekolah di wilayah penerima manfaat diketahui telah meliburkan kegiatan belajar mengajar, sehingga pembagian MBG dinilai tidak tepat waktu dan terkesan dilakukan secara mendadak tanpa koordinasi yang matang.
Salah satu pihak sekolah mengaku baru mendapatkan informasi terkait rencana distribusi tersebut sehari sebelum pelaksanaan. Kondisi itu membuat sekolah tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan mekanisme pembagian kepada siswa.
“Besok katanya ada MBG, tapi sekolah sudah pada libur,” ujar salah satu perwakilan sekolah. Selasa (10/3/26).
Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyoroti minimnya komunikasi dari pengelola SPPG Pakamban Laok 2 selama masa penghentian sementara program MBG. Selama sekitar satu pekan terakhir, distribusi program tersebut tidak berjalan dengan alasan evaluasi, namun tidak disertai penjelasan yang jelas mengenai kapan penyaluran akan kembali dilakukan.
Ketidakjelasan informasi tersebut berdampak langsung kepada pihak sekolah yang menjadi sasaran pertanyaan para wali murid. Banyak orang tua siswa mempertanyakan alasan tidak dibagikannya MBG kepada anak-anak mereka selama beberapa hari terakhir.
“Selama seminggu tidak ada kejelasan dari pihak SPPG. Banyak wali murid bertanya ke kami kenapa MBG tidak dibagikan,” ungkapnya.
Situasi tersebut memunculkan kritik terhadap pola koordinasi yang dilakukan oleh pengelola SPPG Pakamban Laok 2. Program yang merupakan salah satu kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia itu dinilai membutuhkan perencanaan yang lebih matang, transparansi informasi, serta komunikasi intensif dengan pihak sekolah agar pelaksanaannya berjalan efektif.
Sebelumnya, SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi diketahui sempat mendapat penghentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah tersebut diambil setelah muncul sejumlah temuan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan serta standar operasional yang telah ditetapkan oleh BGN dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Meski kini distribusi MBG disebut akan kembali berjalan, sejumlah pihak berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program di tingkat pelaksana, agar tujuan utama pemenuhan gizi bagi siswa dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik di lapangan.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











