Cabe Jamu Sumenep Resmi Diinventarisasi Kemenkumham, DKPP Amankan Status Produk Khas Daerah

Senin, 9 Maret 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi cabe jamu (Istimewa - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi cabe jamu (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Produk pertanian khas Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, cabe jamu, resmi tercatat sebagai potensi Indikasi Geografis (IG) setelah menerima Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pencatatan yang terdaftar dengan Nomor PIG352024000024 dan ditetapkan pada Maret 2024 tersebut menjadi langkah awal perlindungan hukum terhadap komoditas lokal yang selama ini dikenal sebagai salah satu tanaman rempah unggulan masyarakat di wilayah paling timur Pulau Madura itu.

Pengakuan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dalam mendorong penguatan identitas produk lokal agar memiliki legitimasi hukum sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa komoditas yang diajukan dalam pencatatan potensi Indikasi Geografis adalah Cabe Jamu Sumenep yang selama ini dikenal luas sebagai bahan baku industri jamu dan rempah tradisional.

“Kami mengajukan permohonan agar potensi daerah ini dapat diinventarisasi sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Chainur Rasyid. Senin (9/3/26).

Menurutnya, dengan adanya pencatatan tersebut, produk cabe jamu kini telah diakui sebagai salah satu sumber daya alam khas yang berasal dari wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Data mengenai potensi tersebut juga telah tercatat dan terdokumentasi dalam Sistem Informasi Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 tentang Kekayaan Intelektual Komunal.

Chainur yang akrab disapa Inung menambahkan bahwa pencatatan ini merupakan tahap awal dalam proses perlindungan Indikasi Geografis secara menyeluruh.

Dengan status inventarisasi tersebut, pemerintah daerah memiliki dasar untuk melanjutkan tahapan berikutnya menuju sertifikasi Indikasi Geografis yang memberikan perlindungan hukum lebih kuat terhadap produk tersebut.

Ia menjelaskan, Cabe Jamu Sumenep memiliki karakteristik khusus yang dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah setempat, mulai dari struktur tanah, iklim, hingga teknik budidaya tradisional yang dilakukan masyarakat secara turun-temurun.

Karakteristik tersebut menjadi faktor pembeda utama yang membuat cabe jamu dari Sumenep memiliki kualitas dan cita rasa khas dibandingkan dengan produk serupa dari daerah lain.

Ia berharap, pencatatan ini tidak hanya menjaga keaslian dan reputasi produk, tetapi juga mampu memperkuat posisi komoditas lokal di pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari budidaya cabe jamu.

“Perlindungan ini diharapkan dapat memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan produk khas daerah,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru