IWO Sumenep Kawal Sidak Dapur MBG, Bupati Fauzi Siap Bersih-bersih SPPG Nakal

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo (tengah baju putih berbelangkon) saat menerima kunjungan dari Ikatan Wartawan Online (Za - garudajatim.com)

i

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo (tengah baju putih berbelangkon) saat menerima kunjungan dari Ikatan Wartawan Online (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang akan melakukan pengecekan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya serius pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

Dukungan itu muncul di tengah meningkatnya laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan program MBG di beberapa dapur SPPG.

Karena itu, pengawasan langsung dari kepala daerah dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan kualitas makanan yang disalurkan kepada para siswa tetap terjaga serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menegaskan bahwa rencana Bupati Fauzi turun langsung ke lapangan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat, khususnya para siswa sebagai penerima manfaat program MBG.

Menurutnya, inspeksi tersebut juga menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran dalam program yang menyangkut pemenuhan gizi anak-anak.

“Langkah Bupati Sumenep untuk mengecek langsung dapur-dapur SPPG patut kita apresiasi. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai aturan,” ujar Imam Mustain R. Kamis (5/3/26)

Pria yang akrab disapa Kachonk itu mengungkapkan, selama ini pihaknya kerap menerima berbagai aduan dari masyarakat maupun wali murid terkait kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Sejumlah laporan bahkan mengindikasikan adanya dapur SPPG yang diduga tidak menjalankan program sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Banyak keluhan yang masuk ke kami dari masyarakat, termasuk dari wali murid. Mereka mempertanyakan kualitas makanan yang diterima anak-anaknya. Karena itu, kami menilai pengawasan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” jelasnya.

Ia menyatakan, apabila dalam sidak tersebut ditemukan dapur SPPG yang terbukti tidak menjalankan program sesuai petunjuk teknis, maka sudah sepatutnya pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan merekomendasikan pelaporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami mendukung penuh jika ada dapur SPPG yang terbukti nakal untuk dilaporkan ke BGN. Program ini menyangkut masa depan anak-anak, sehingga tidak boleh ada pihak yang bermain-main,” paparnya.

Menurut Imam, pengawasan yang ketat tidak hanya penting untuk menjaga kualitas program MBG, tetapi juga untuk memastikan anggaran negara yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sebelumnya telah mengingatkan seluruh pemilik dapur SPPG agar benar-benar memperhatikan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat program MBG.

Ia menegaskan bahwa makanan yang diberikan kepada para siswa harus memenuhi standar gizi dan kualitas sebagaimana diatur dalam pedoman program.

“Kami berharap makanan yang diberikan kepada anak-anak kita benar-benar diperhatikan secara serius sesuai dengan aturan,” ungkap Fauzi.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan dapur SPPG yang terbukti melanggar ketentuan.

Bahkan dalam waktu dekat, ia berencana melakukan pengecekan langsung ke sejumlah dapur SPPG di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik.

“Dalam waktu dekat saya akan keliling ke beberapa dapur. Jika ada dapur yang informasinya masuk ke pemerintah daerah dan terbukti tidak sesuai aturan, kami tidak segan merekomendasikan agar dilaporkan ke BGN,” pungkasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sumenep, sekaligus memastikan bahwa kualitas makanan yang diterima para siswa benar-benar terjaga demi mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru