Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Pakamban Laok 2 saat situasi siang hari (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Pakamban Laok 2 saat situasi siang hari (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Penghentian mendadak distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2 di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuka tabir persoalan serius dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi anak.

Kepada sekolah penerima, pengelola dapur hanya menyampaikan satu kalimat singkat, pengiriman dihentikan sementara karena evaluasi selama sepekan.

Pesan tersebut beredar melalui grup WhatsApp sekolah, tanpa penjelasan lanjutan terkait substansi evaluasi maupun status operasional dapur.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh berbeda. SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi masuk dalam daftar dapur yang disuspend sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Suspend tersebut bukan tanpa sebab. Dapur ini tercatat memiliki sejumlah temuan berulang, mulai dari dugaan konsumsi MBG yang menyebabkan diare pada siswa dan guru, penolakan resmi dari wali murid RA, hingga temuan roti berjamur dalam paket MBG kering yang sempat beredar di sekolah.

Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi, Hendri, secara terbuka membenarkan bahwa dapur yang dikelolanya tengah dikenai sanksi penghentian sementara.

“Leres mas, (benar mas terkena suspend, red),” ujarnya saat dikonfirmasi. Senin (2/3/2026)

Ironisnya, informasi krusial tersebut tidak disampaikan secara terbuka kepada pihak sekolah. Sekolah justru dibiarkan menerima narasi tunggal “evaluasi”, tanpa penjelasan bahwa penghentian distribusi merupakan konsekuensi dari sanksi resmi lembaga negara.

Seorang guru di salah satu sekolah penerima MBG di Kecamatan Pragaan mengaku tidak mengetahui alasan pasti tidak adanya distribusi makanan.

“Tidak ada MBG. Saya tidak tahu alasannya,”jelasnya dengan singkat.

Situasi ini menambah daftar persoalan dalam implementasi MBG di Jawa Timur. Sebelumnya, BGN mengumumkan sebanyak 17 SPPG di Jawa Timur disuspend sementara akibat pelanggaran standar keamanan dan mutu pangan. Dari jumlah itu, empat SPPG berada di Kabupaten Sumenep, termasuk SPPG Pakamban Laok 2.

Penggunaan istilah “evaluasi” tanpa menyebut status suspend dinilai berpotensi menyesatkan sekolah dan wali murid. Transparansi menjadi sorotan, terlebih program MBG menyasar kelompok rentan anak usia sekolah yang seharusnya mendapat jaminan keamanan pangan secara ketat.

Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka dari pengelola SPPG maupun BGN terkait detail pelanggaran, hasil pemeriksaan, serta langkah korektif yang wajib dipenuhi sebelum dapur kembali diizinkan beroperasi.

Penghentian distribusi tanpa informasi utuh justru memperbesar krisis kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program yang sejak awal digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi nasional.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB