SUMENEP, Garuda Jatim – Sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan.
Keluhan itu mencuat setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah dalam kondisi membusuk pada dua hari berbeda, yakni 2 Februari dan 4 Februari 2026.
Temuan tersebut diungkap langsung oleh salah satu murid yang merasa tidak nyaman mengonsumsi menu MBG. Ia menyebut, kondisi makanan bermasalah terjadi lebih dari satu hari.
“Sudah dua hari, dari Senin sampai Rabu, sayurnya ada ulatnya,” ujar murid tersebut. Minggu (8/2/26).
Persoalan ini tidak hanya disoroti oleh siswa. Seorang guru di sekolah setempat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku prihatin dengan lemahnya pengawasan terhadap kebersihan dan kesehatan makanan yang diberikan kepada peserta didik.
“Guru di sekolah itu menyayangkan kenapa kebersihan dan kesehatan makanan tidak diperhatikan,” jelasnya.
Sumber lain di lingkungan sekolah menyebutkan, dugaan menu MBG tidak layak konsumsi bukanlah kejadian baru. Namun, banyak pihak memilih diam karena takut menyampaikan keluhan secara terbuka.
“Sebenarnya sepertinya banyak yang mengalami, tapi rata-rata takut kalau mau diangkat,” tegasnya.
“Iya, katanya takut,” tambahnya.
Rasa takut itu disebut berkaitan dengan sikap pengelola SPPG yang dinilai tidak siap menerima kritik. Menurut sumber, pihak pengelola kerap bereaksi keras saat ada pihak yang mempertanyakan kualitas layanan.
“Karena yang punya SPPG langsung marah-marah kalau ada yang mengkritik,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak Kepala SPPG Batu Putih maupun Yayasan Alif Batu Putih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan temuan ulat dan buah busuk dalam menu MBG. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Para orang tua murid dan tenaga pendidik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Batu Putih. Mereka menilai, program yang seharusnya menjamin asupan gizi siswa tidak boleh dijalankan dengan mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











