MBG Diduga Berbau, SPPG Lebeng Timur Sumenep Pilih Diam

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Lebeng Timur, Yayasan Mathlabul Ulum, Sumenep, Jawa Timur, diduga sajikan MBG bau (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Lebeng Timur, Yayasan Mathlabul Ulum, Sumenep, Jawa Timur, diduga sajikan MBG bau (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dugaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berbau dan tidak layak konsumsi di SPPG Lebeng Timur, Yayasan Mathlabul Ulum, Sumenep, Jawa Timur, terus memicu polemik dan keresahan di kalangan wali murid.

Persoalan ini mencuat setelah keluhan orang tua siswa viral di media sosial TikTok dan menyebar luas ke ruang publik.

Alih-alih meredam kegaduhan, sikap pengelola justru menuai tanda tanya. Hingga kini, Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Holis, belum memberikan klarifikasi meski telah dikonfirmasi oleh media.

Tangkapan layar pesan konfirmasi yang beredar menunjukkan permintaan penjelasan terkait dugaan menu MBG yang disebut sudah berbau, namun tidak direspons.

Sejumlah wali murid mengaku khawatir makanan tersebut tetap dibagikan kepada anak-anak mereka. Salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan bahwa persoalan ini bukan penolakan terhadap program pemerintah, melainkan soal keselamatan siswa.

“Kami tidak menolak MBG. Tapi kalau makanannya sudah bau, itu jelas berbahaya. Anak-anak bukan objek coba-coba,” ujarnya. Sabtu (7/2/26).

Wali murid lainnya menilai lemahnya pengawasan menjadi akar persoalan. Ia meminta pihak penyelenggara segera melakukan evaluasi total, mulai dari dapur pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah.

“Kalau ada kesalahan teknis, harusnya diakui dan diperbaiki. Jangan dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

Sikap bungkam pihak SPPG Lebeng Timur dinilai memperkeruh situasi. Tanpa penjelasan resmi, dugaan kualitas buruk makanan MBG justru berkembang liar dan memicu ketidakpercayaan publik terhadap pelaksanaan program tersebut di tingkat lokal.

Di media sosial, warganet menyoroti lemahnya kontrol kualitas dalam distribusi makanan bagi siswa. Banyak yang mendesak adanya pengawasan ketat dan transparansi, mengingat MBG menyasar anak-anak yang rentan terhadap risiko kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Yayasan Mathlabul Ulum maupun Kepala SPPG Lebeng Timur belum memberikan pernyataan resmi. Publik dan wali murid masih menunggu kejelasan, sembari mempertanyakan sejauh mana pengawasan terhadap program MBG benar-benar dijalankan di lapangan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru