BPRS Bhakti Sumekar Tancap Gas Perkuat UMKM Sumenep, Dorong Pembiayaan Syariah dan Kolaborasi Lintas Sektor

Senin, 26 Januari 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, saat menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan UMKM di Sumenep pada kegiatan Talk Show Kewirausahaan (Za - garudajatim.com)

i

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, saat menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan UMKM di Sumenep pada kegiatan Talk Show Kewirausahaan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar menegaskan perannya sebagai penggerak utama penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga lewat upaya membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui dukungan aktif pada kegiatan Talk Show Kewirausahaan yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperoleh pemahaman komprehensif terkait pengembangan usaha, akses permodalan, hingga strategi menghadapi persaingan pasar yang kian dinamis.

Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, menegaskan bahwa keterlibatan bank daerah berbasis syariah tersebut merupakan bagian dari mandat institusional sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Menurutnya, penguatan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial dan seremonial.

“UMKM adalah fondasi ekonomi daerah. Penguatannya harus berkelanjutan, terstruktur, dan menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha. BPRS Bhakti Sumekar hadir memberikan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah agar UMKM benar-benar bisa tumbuh,” tegas Khairil. Senin (26/1/26)

Ia menilai, persoalan utama UMKM tidak hanya terletak pada keterbatasan modal, tetapi juga pada rendahnya kapasitas manajerial dan lemahnya daya saing produk. Karena itu, pembiayaan harus berjalan seiring dengan pendampingan dan peningkatan kualitas sumber daya pelaku usaha.

“UMKM tidak boleh berhenti di fase bertahan hidup. Mereka harus didorong naik kelas, memiliki nilai tambah, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar digital,” ungkapnya.

Talk show kewirausahaan tersebut juga menyoroti pentingnya peran dunia akademik dalam memperkuat UMKM lokal. Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) didorong terlibat aktif dalam pengembangan desain kemasan, penguatan identitas merek, hingga penyusunan strategi promosi digital yang relevan dengan tren konsumen.

Kolaborasi antara perbankan syariah, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan ini dinilai sebagai kunci untuk membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya kuat secara permodalan, tetapi juga adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan sinergi lintas sektor yang konsisten, UMKM Sumenep diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru