Warga Ra’as Sumenep Kirim Surat Terbuka: Krisis Listrik Makin Parah, PLN Pilih Bungkam

Selasa, 11 November 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PLTD Pulau Ra'as Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Istimewa - garudajatim.com)

i

PLTD Pulau Ra'as Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Krisis listrik berkepanjangan di Pulau Ra’as, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menyulut gelombang protes.

Warga setempat resmi mengirim surat terbuka kepada PT PLN (Persero) setelah pemadaman tanpa jadwal terjadi nyaris setiap hari tanpa solusi yang jelas.

Surat itu ditandatangani oleh Subhan Aziz, mewakili warga Ra’as. Isinya menegaskan bahwa persoalan kelistrikan di daerah tersebut bukan lagi masalah teknis biasa, melainkan telah berkembang menjadi krisis sistemik yang merusak sendi kehidupan masyarakat.

“Solusi jangka panjang satu-satunya adalah penambahan mesin baru yang andal. Upaya tambal sulam selama ini telah gagal total,” ujarnya. Selasa (11/11/25)

Pihaknya menilai, pemadaman yang berlangsung tanpa jadwal pasti telah mengacaukan aktivitas rumah tangga, merusak perangkat elektronik, dan menghambat usaha kecil.

Para pelaku UMKM, mulai dari jasa pendingin ikan, percetakan, hingga usaha kuliner merasa paling terpukul karena sangat bergantung pada listrik yang stabil sebagai penopang usaha.

“Yang kami butuhkan bukan lagi permintaan maaf atau alasan teknis, tetapi tindakan nyata,” tegasnya.

Beberapa warga mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli genset dan solar sebagai solusi sementara. Namun, biaya operasional yang tinggi justru membuat mereka semakin terpukul.

Tidak hanya itu, dalam surat tersebut, warga juga menyoroti dugaan buruknya manajemen aset PLTD Ra’as. Mesin yang saat ini beroperasi diduga telah berada pada kondisi yang rentan rusak, sehingga kerusakan teknis terus berulang.

“Jika kerusakan teknis terus berulang, pertanyaannya adalah mengapa standar perawatan dan manajemen aset di PLTD Ra’as begitu rendah,” papar Subhan.

Warga menuding bahwa penanganan PLN selama ini hanya bersifat sementara, sekadar perbaikan ringan tanpa mengatasi akar masalah.

Tambal sulam yang dilakukan diduga hanya memperpanjang umur mesin tua yang seharusnya sudah diganti.

Surat terbuka tersebut memuat tuntutan tegas:

1. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PLTD Ra’as.

2. Kepastian jadwal perbaikan atau penggantian mesin.

3. Langkah konkret menuju layanan listrik 24 jam.

Warga menyatakan bahwa mereka membutuhkan pemimpin unit yang memahami urgensi layanan publik, bukan sekadar mengelola “tumpukan mesin rusak” yang terus memakan anggaran.

“Kami mencari manajer listrik yang kompeten, bukan sekadar kolektor mesin rusak,” imbuhnya.

Sementara itu, hingga laporan ini diterbitkan, PT PLN belum memberikan keterangan resmi terkait surat terbuka tersebut maupun rencana konkret penanganan krisis listrik di Pulau Ra’as.

Upaya konfirmasi ke pihak PLN setempat masih belum membuahkan hasil. Sehingga sikap diam PLN memicu kekecewaan baru di tengah meningkatnya tekanan publik.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru