Hari Ketiga Pasca Gempa 6,5 SR, Distribusi Bantuan Belum Bisa Dilakukan, Ini Alasannya

Jumat, 3 Oktober 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dampak Gempa 6,5 SR terhadap rumah di kepulauan sepudi (Za - garudajatim.com)

i

Foto dampak Gempa 6,5 SR terhadap rumah di kepulauan sepudi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Tiga hari pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kondisi warga terdampak di Pulau Sepudi kian memprihatinkan.

Hingga Jumat (3/10/2025), masyarakat Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, salah satu kawasan paling parah terdampak, masih belum merasakan distribusi bantuan logistik maupun kebutuhan pokok.

Di tengah puing-puing rumah yang roboh, warga hanya bisa bertahan dengan stok seadanya. Ironisnya, alih-alih menerima bantuan, mereka justru berkali-kali dimintai pendataan ulang oleh pemerintah.

“Belum ada (bantuan) sampai sekarang. Belum,” tegas Seng’an, Kepala Dusun Prambanan, kepada media garudajatim.com

Menurutnya, sejumlah rumah di dusunnya ambruk total, namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata dari pihak berwenang.

Kepala Desa Prambanan, Mariani, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya distribusi. Padahal, data korban dan kerusakan sudah rampung sejak awal. Namun, pihak kecamatan kembali meminta data diperbaiki dengan tambahan dokumen detail seperti nama, alamat, nomor kartu keluarga, hingga foto kerusakan.

“Data sudah kami lengkapi sejak awal, tapi tetap diminta perbaiki lagi. Sementara bantuan belum ada yang turun,” keluhnya.

Mariani memastikan, hingga saat ini tak satu pun warga menerima bantuan. Ia bahkan sudah menginstruksikan seluruh kepala dusun agar melaporkan jika ada distribusi, namun hasilnya tetap nihil.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Desa Prambanan menjadi salah satu episentrum kerusakan.

130 rumah rusak ringan

133 rumah rusak sedang

101 rumah rusak berat

10 rumah rusak sangat berat

Selain rumah, kerusakan juga meliputi 10 tempat ibadah rusak ringan, 9 rusak sedang, 3 rusak berat, 7 sarana pendidikan terdampak, serta 2 fasilitas umum. Total kerusakan tercatat 406 unit bangunan.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laili Maulidy, menyatakan bahwa distribusi bantuan belum bisa dilakukan secara penuh karena proses asesmen belum rampung.

“Hampir semua memang bantuannya belum tersalurkan, sebab masih kami data. Hanya sebagian yang sudah disalurkan,” paparnya.

Ia menambahkan, validasi ulang diperlukan karena ditemukan ketidaksesuaian laporan. “Ada rumah dilaporkan rusak berat ternyata hanya ringan, bahkan sebaliknya. Jadi asesmen harus benar-benar memastikan kondisi riil,” imbuhnya.

Senada disampaikan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

Menurutnya, pemerintah daerah masih fokus pada tahap pendataan agar penyaluran tepat sasaran.

“Kami imbau masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi agar bersabar, semuanya masih dilakukan pendataan,” ucap Fauzi.

Ia memastikan, distribusi bantuan akan dimulai pekan depan secara bertahap. “Bantuan akan diberikan langsung kepada masyarakat maupun melalui perangkat desa. Kami juga akan dibantu TNI/Polri dalam distribusinya,” tegasnya.

Bupati Fauzi mengatakan, tahap awal akan difokuskan pada bantuan darurat dan stimulan, sedangkan perbaikan rumah yang rusak parah akan menyusul.

“Ini baru hari ketiga sejak gempa. Tim masih bergerak dan kita terus percepat pendataan,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru