SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memanfaatkan momentum Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026 untuk mengirim sinyal kuat bahwa era koperasi dengan pola lama harus ditinggalkan.
Kini, koperasi didorong naik kelas menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan usaha produktif, memperkuat UMKM, hingga membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Komitmen tersebut menjadi fokus utama DKUPP dalam mengakselerasi pembinaan koperasi agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompetitif sekaligus mendukung lahirnya ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kepala DKUPP Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan bahwa Harkopnas tahun ini harus dimaknai sebagai titik awal perubahan besar dalam pengelolaan koperasi.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya dikenal sebagai tempat menyimpan dan meminjam uang, tetapi harus berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi anggotanya.
“Paradigma koperasi harus berubah. Koperasi tidak cukup hanya menjalankan aktivitas simpan pinjam, tetapi harus mampu menjadi pusat usaha produktif yang menggerakkan ekonomi masyarakat. Di situlah arah pembinaan yang terus kami lakukan,” ujar Ramli. Senin (13/7/26)
Ia menjelaskan, DKUPP saat ini memprioritaskan peningkatan kualitas tata kelola koperasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi administrasi, hingga pengembangan unit-unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal Kabupaten Sumenep.
Menurut Ramli, koperasi yang sehat akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya tantangan usaha dan persaingan pasar.
Karena itu, pihaknya terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar koperasi memiliki manajemen yang profesional, transparan, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
“Kami ingin koperasi menjadi rumah besar bagi pelaku usaha kecil. Ketika koperasi dikelola secara profesional, manfaatnya tidak hanya dirasakan anggota, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara lebih luas,” katanya.
Pada peringatan Harkopnas ke-79, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga memberikan penghargaan kepada koperasi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan membangun organisasi yang sehat dan produktif.
Ramli berharap penghargaan tersebut menjadi pemantik lahirnya lebih banyak koperasi yang inovatif, mandiri, dan mampu menjadi contoh bagi koperasi lain dalam meningkatkan kualitas pelayanan maupun pengembangan usaha.
“Target kami bukan sekadar menambah jumlah koperasi, tetapi melahirkan koperasi yang benar-benar aktif, sehat, produktif, dan menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sumenep. Itulah makna Harkopnas yang sesungguhnya,” pungkasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











