Keraton Sumenep Tak Lagi Menunggu Wisatawan, Kini Bergerak Menjemput Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Labang Mesem Keraton Sumenep saat ada penari topeng (Za - garudajatim.com)

i

Foto Labang Mesem Keraton Sumenep saat ada penari topeng (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Keraton Sumenep yang selama ini dikenal sebagai bangunan bersejarah, kini diposisikan sebagai pusat diplomasi budaya yang aktif memperkenalkan identitas Madura, Jawa Timur, kepada publik nasional hingga mancanegara.

Transformasi tersebut menjadi strategi Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep dalam mengubah pola promosi dari sekadar mengenalkan destinasi menjadi membangun pengalaman budaya yang otentik.

Keraton tidak lagi dipromosikan sebagai objek wisata pasif, melainkan sebagai ruang hidup yang menyimpan kisah peradaban, seni, arsitektur, dan tradisi yang masih terus dirawat.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruq Hanafi, mengatakan Keraton Sumenep memiliki nilai yang jauh melampaui fungsi bangunan cagar budaya.

Menurutnya, setiap sudut keraton menyimpan jejak sejarah yang menjadi identitas masyarakat Sumenep.

“Kami ingin mengubah cara orang memandang Keraton Sumenep. Ini bukan sekadar tempat berfoto atau bangunan tua, tetapi simbol kejayaan budaya Madura yang harus dikenal lebih luas. Promosi kami arahkan agar orang datang karena ingin memahami cerita di balik setiap warisan yang ada,” ujarnya. Minggu (12/7/26)

Faruq menegaskan, strategi promosi kini difokuskan pada penguatan narasi sejarah melalui festival budaya, pertunjukan seni tradisional, konten digital kreatif, hingga kolaborasi dengan komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, dan influencer pariwisata.

Dengan cara itu, lanjut dia, Keraton Sumenep diharapkan mampu membangun citra sebagai destinasi budaya yang memiliki karakter kuat dan tidak mudah ditiru daerah lain.

“Keraton Sumenep memiliki cerita panjang tentang peradaban, kepemimpinan, seni, dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Inilah yang terus kami angkat dalam setiap promosi agar wisatawan tidak hanya datang melihat bangunan, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya,” ungkapnya.

Ia menilai, tren wisata saat ini menunjukkan bahwa wisatawan lebih tertarik pada destinasi yang memiliki cerita dan pengalaman autentik. Modal itulah yang dimiliki Keraton Sumenep, mulai dari arsitektur khas, koleksi museum, hingga tradisi yang tetap lestari.

Ia optimistis strategi promosi berbasis pengalaman budaya akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Efek bergandanya diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, UMKM, hingga industri ekonomi kreatif masyarakat.

“Ketika wisatawan pulang dari Keraton Sumenep, yang mereka bawa bukan hanya foto, tetapi cerita. Cerita itulah yang akan menjadi promosi paling kuat bagi Sumenep,” katanya.

Melalui strategi tersebut, ia berharap Keraton tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga menjadi wajah budaya Madura yang mampu memperkuat daya saing pariwisata daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata saat ini tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga pengalaman. Keraton Sumenep memiliki semua unsur itu. Tugas kami adalah mengemasnya secara kreatif sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan kembali berkunjung,” tambahnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru