RSUDMA Sumenep Perkuat Layanan Jiwa

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Poli Jiwa, dr. Utomo RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Utomo saat diwawancarai di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Dokter Spesialis Poli Jiwa, dr. Utomo RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Utomo saat diwawancarai di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Jawa Timur, terus bergerak ke arah yang lebih komprehensif.

Penanganan pasien tidak lagi hanya bertumpu pada pemberian obat, tetapi mulai diperkuat melalui psikoterapi, konseling, terapi kognitif perilaku, pemeriksaan psikologis hingga pengembangan terapi elektrokonvulsif atau Electroconvulsive Therapy (ECT).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan jiwa bagi masyarakat.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, melalui Dokter Spesialis Poli Jiwa, dr. Utomo, menjelaskan bahwa layanan yang berjalan saat ini mencakup rawat jalan bagi pasien dengan gangguan mental mulai dari kategori ringan, sedang, berat hingga sangat berat.

Menurutnya, pasien yang datang ke Poli Jiwa RSUDMA umumnya sudah berada pada kondisi yang membutuhkan penanganan lebih serius.

“Pasien yang datang umumnya berada pada kategori sedang hingga berat dan sangat berat,” jelas dr. Utomo kepada media garudajatim.com Senin (17/8/26).

Namun, penanganan pasien tidak serta-merta dilakukan dengan pendekatan farmakologis atau obat-obatan. Setiap pasien terlebih dahulu menjalani proses skrining dan asesmen untuk mengetahui kondisi serta menentukan intervensi yang paling sesuai.

Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan layanan nonfarmakologis melalui kolaborasi antara psikiater dan psikolog klinis. Bentuk terapinya meliputi psikoterapi, konseling, terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy/CBT) serta terapi suportif.

“Setiap pasien terlebih dahulu menjalani skrining dan asesmen untuk menentukan bentuk terapi yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkapnya.

ECT Jadi Layanan yang Tengah Dipersiapkan

Salah satu pengembangan yang menjadi perhatian RSUDMA adalah layanan ECT. Terapi elektrokonvulsif tersebut diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi tertentu, termasuk pasien yang tidak memberikan respons memadai terhadap pengobatan yang telah diberikan.

“Sebelum mendapatkan terapi ECT, pasien harus melewati asesmen dan tahapan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Layanan tersebut sebelumnya telah diterapkan bagi pasien rawat inap, sementara pengembangannya untuk pasien rawat jalan kini tengah dipersiapkan,” bebernya.

Dr. Utomo menyebut pengembangan ECT menjadi salah satu layanan yang ingin diperkuat RSUDMA karena belum semua rumah sakit memiliki fasilitas tersebut.

“Pengembangan layanan ECT menjadi salah satu keunggulan yang ingin diperkuat karena fasilitas tersebut belum tersedia di semua rumah sakit. Namun, penerapannya untuk rawat jalan masih menunggu kesiapan ruangan dan sarana pendukung,” sambungnya.

Dengan pengembangan tersebut, RSUDMA tidak hanya berupaya memperluas jenis layanan, tetapi juga membuka pilihan terapi yang lebih beragam bagi pasien dengan kebutuhan khusus.

MMPI, Pemeriksaan Mental untuk Kebutuhan Profesional

Selain menangani gangguan jiwa, Poli Jiwa RSUDMA juga menyediakan pemeriksaan kesehatan mental menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).

Pemeriksaan tersebut digunakan sebagai salah satu instrumen untuk menilai aspek psikologis dan kepribadian seseorang sesuai kebutuhan pemeriksaan.

“Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai kondisi psikologis dan kepribadian, termasuk dalam kebutuhan pemeriksaan kesehatan bagi pejabat atau calon pejabat publik,” tegas dr. Utomo.

Layanan tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam rangkaian pemeriksaan kesehatan untuk sejumlah jabatan publik, termasuk kepala daerah dan anggota legislatif, dengan tetap mengacu pada ketentuan dan persyaratan pemeriksaan yang berlaku.

Artinya, lanjut dia, ruang lingkup Poli Jiwa RSUDMA tidak semata-mata berkutat pada pasien yang sedang mengalami gangguan mental. Layanan psikologis juga memiliki peran dalam memastikan aspek kesehatan mental seseorang dalam konteks pemeriksaan profesional maupun jabatan tertentu.

Bidik Layanan Khusus Pengguna Narkoba

Pengembangan layanan RSUDMA juga mulai diarahkan pada persoalan lain yang tidak kalah kompleks, yakni penanganan pengguna narkotika.

Saat ini, pasien dengan persoalan narkotika telah mendapatkan layanan kontrol dan rehabilitasi. Namun, rumah sakit masih mempersiapkan pengembangan layanan rawat jalan yang secara khusus menangani pengguna narkoba.

Bahkan, RSUDMA tengah mengusulkan penetapan sebagai Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) kepada Kementerian Kesehatan.

“Jika penetapan tersebut terealisasi, akses masyarakat terhadap layanan rehabilitasi dan mekanisme wajib lapor bagi pengguna atau pecandu narkotika diharapkan menjadi lebih mudah melalui fasilitas kesehatan,” imbuhnya.

“Untuk rehabilitasi narkoba, rumah sakit saat ini telah memiliki empat ruangan. Pelaksanaannya masih banyak bersinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan,” tuturnya.

Ke depan, layanan tersebut ditargetkan dapat berkembang menjadi poli tersendiri. Dengan demikian, penanganan pengguna narkoba dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pemeriksaan, asesmen, kontrol, terapi hingga rehabilitasi.

Lebih jauh, ia menyatakan penguatan layanan kesehatan jiwa dan rehabilitasi narkoba ini sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Bukan hanya bagaimana pasien mendapatkan obat, tetapi bagaimana mereka memperoleh rangkaian pelayanan yang sesuai dengan kondisi psikologis, sosial dan kebutuhan pemulihannya.

“RSUDMA pun tengah menempatkan pengembangan layanan jiwa sebagai bagian penting dari pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dari pengobatan, pemulihan hingga reintegrasi pasien ke kehidupan sosialnya,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru