81 Tahun Merdeka, Bupati Fauzi: Jangan Hanya Kibarkan Merah Putih, Kibarkan Juga Semangat Membangun Sumenep

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Jawa Timur, Ahmad Fauzi Wongsojudo, saat membagikan bendera merah-putih kepada petugas paskibra (Za - garudajatim.com)

i

Bupati Sumenep, Jawa Timur, Ahmad Fauzi Wongsojudo, saat membagikan bendera merah-putih kepada petugas paskibra (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Bupati Sumenep, Jawa Timur, Ahmad Fauzi Wongsojudo, sampaikan pesan tentang makna kemerdekaan dalam momentum upacara HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Dibalik kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, lomba Agustusan, atau sekadar memasang bendera di depan rumah,” kata Fauzi saat diwawancarai usai pengibaran bendera merahi. Senin (17/8/26)

Bagi Achmad Fauzi Wongsojudo, usia 81 tahun Indonesia harus menjadi momentum untuk mengukur kembali arti kemerdekaan di tengah masyarakat.

Kemerdekaan, kata Fauzi, harus terasa dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik, memiliki ruang untuk berkembang, serta memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Kemerdekaan bukan hanya kita rayakan, harus kita isi dengan kerja nyata. Mari jadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah serta bangsa,” papar Bupati Fauzi.

Pesan tersebut menjadi penting bagi Sumenep yang memiliki karakter wilayah berbeda dengan daerah lain. Bentang geografis yang terdiri dari kawasan daratan dan kepulauan membuat pembangunan membutuhkan pendekatan yang tidak biasa.

“Jarak antarpulau tidak boleh menjadi jarak dalam memperoleh pelayanan. Pulau-pulau tidak boleh merasa berada di pinggir pembangunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat di pelosok tidak boleh merasa kemerdekaan hanya milik mereka yang berada di pusat kota.

“Di titik inilah makna kemerdekaan diuji. Apakah kemerdekaan mampu menghadirkan pendidikan yang layak hingga pelosok? Apakah pelayanan kesehatan dapat dirasakan masyarakat kepulauan? Apakah ekonomi lokal mampu tumbuh? Apakah anak-anak muda Sumenep memiliki ruang untuk berkarya dan menentukan masa depannya?,” tegasnya.

Bupati Fauzi menilai pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak mungkin berjalan sendirian tanpa dukungan masyarakat, tokoh agama, pemuda, pelaku usaha, akademisi, insan pers hingga seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus menjaga persatuan. Perbedaan jangan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Sumenep dan Indonesia,” sambungnya.

Semangat persatuan tersebut sejalan dengan nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia.

Karena itu, pihaknya menyatakan peringatan HUT ke-81 RI di Sumenep tidak seharusnya hanya menghasilkan foto upacara dan kemeriahan sesaat.

Lebih dari itu, momentum kemerdekaan diharapkan melahirkan energi baru untuk bekerja, berinovasi dan bergerak bersama.

Sebab, sambung Fauzi, perjuangan generasi terdahulu telah melahirkan kemerdekaan. Kini, tugas generasi hari ini adalah memastikan kemerdekaan tersebut tidak kehilangan makna.

“Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka hari ini perjuangan itu berubah bentuk melawan kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat, memperbaiki pelayanan publik dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” imbuhnya.

Bendera merah putih pun akhirnya bukan sekadar simbol yang berkibar di tiang.

Ia adalah pengingat bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga republik ini tetap berdiri dan terus bergerak maju.

81 tahun Indonesia merdeka.

“Bagi pemerintah Kabupaten Sumenep kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu. Kemerdekaan adalah tentang apa yang dikerjakan hari ini untuk memastikan generasi berikutnya hidup lebih baik,” tandasnya.(Za

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru