MBG Dipertanyakan di Prenduan: Menu Minim, Pengawasan Mandek, SPPG Yayasan Al Azhar Disorot

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto MBG tidak layak di SPPG Yayasan Al Azhar Prenduan di wilayah Kecamatan Pragaan, Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Foto MBG tidak layak di SPPG Yayasan Al Azhar Prenduan di wilayah Kecamatan Pragaan, Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Al Azhar Prenduan di wilayah Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu gelombang protes dari lembaga pendidikan.

Program nasional yang semestinya menjadi penopang gizi dan konsentrasi belajar siswa justru dinilai tidak layak, minim standar, dan terkesan asal jalan.

Seorag Ketua Yayasan Madrasah di Desa Prenduan mengungkapkan kekecewaan mendalam atas menu MBG yang diterima siswanya selama tiga hari berturut-turut.

Ia menyebut kualitas dan komposisi makanan tidak mencerminkan konsep gizi seimbang, apalagi standar program prioritas nasional.

“Kalau ini disebut Makan Bergizi Gratis, pertanyaannya: bergizi di mana? Layak atau tidak menu seperti ini diberikan kepada anak didik kami?” ujarnya dengan nada geram. Selasa (24/2/26).

Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi garudajatim.com satu paket MBG hanya berisi satu buah pisang, empat butir telur, empat biji kurma, dan satu potong roti dalam kantong plastik. Tidak ada lauk pendamping, tidak ada sayur, dan tidak ada variasi menu harian sebagaimana lazimnya standar pemenuhan gizi anak usia sekolah.

Ia menilai kondisi tersebut mencederai semangat MBG yang sejak awal diklaim sebagai instrumen strategis pemerintah pusat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dari bangku pendidikan dasar.

“Kami melihat ini bukan sekadar kekurangan menu. Ini menunjukkan pelaksanaan program yang tidak serius. MBG di tempat lain jauh lebih layak, tapi di sini justru sebaliknya. Lalu di mana fungsi pengawasan?” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menduga persoalan ini tidak berdiri pada aspek teknis semata, melainkan mengarah pada orientasi keuntungan dalam pelaksanaan program.

“Ini bukan lagi soal gizi, tapi soal untung. Kalau benar ingin meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak, seharusnya kualitas yang dikedepankan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tambahnya.

Menurutnya, apabila MBG dijalankan sesuai tujuan awal, maka kecukupan kalori, keseimbangan protein, vitamin, serta variasi menu harus menjadi prinsip utama. Tanpa itu, program justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik dan menciptakan ketimpangan antarwilayah penerima.

Tidak hanya itu, pihak yayasanmempertanyakan peran pengawasan dari instansi terkait, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk memastikan setiap SPPG menjalankan MBG sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Yayasan Al Azhar Prenduan belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait keluhan tersebut.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG di SPPG Pakamban Laok 2 Bermasalah, Roti Diduga Berjamur Lolos ke Tangan Siswa
Peta Jalan Pembangunan 2026 Ditetapkan, Bappeda Sumenep Tarik Arah ke Kemandirian dan Pemerataan
Dana Pokir DPRD Hampir Rp2 Miliar Mengalir ke Alsintan, DKPP Sumenep Siapkan Skema Distribusi Hand Tractor 2026
HPSN 2026 di Sumenep: DLH Satukan Aksi Bersih-bersih Hingg Tanam Pohon 
APHT Sumenep Belum Sepenuhnya Optimal, Satu PR Masih Mandek di Izin Cukai
Limbah SPPG Cemari Lingkungan, DLH Sumenep Siap Turun Tangan: Ancam Sanksi hingga Penutupan
Menu Basi MBG Lolos, Pengawasan Dinkes P2KB Sumenep Dipertanyakan
Aksi Sunyi Berujung Borgol: Pencurian Berulang di Toko Lenteng Sumenep Terbongkar, Kerugian Tembus Rp12,3 Juta
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:41 WIB

MBG Dipertanyakan di Prenduan: Menu Minim, Pengawasan Mandek, SPPG Yayasan Al Azhar Disorot

Senin, 23 Februari 2026 - 19:16 WIB

MBG di SPPG Pakamban Laok 2 Bermasalah, Roti Diduga Berjamur Lolos ke Tangan Siswa

Senin, 23 Februari 2026 - 11:20 WIB

Peta Jalan Pembangunan 2026 Ditetapkan, Bappeda Sumenep Tarik Arah ke Kemandirian dan Pemerataan

Senin, 23 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dana Pokir DPRD Hampir Rp2 Miliar Mengalir ke Alsintan, DKPP Sumenep Siapkan Skema Distribusi Hand Tractor 2026

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:41 WIB

HPSN 2026 di Sumenep: DLH Satukan Aksi Bersih-bersih Hingg Tanam Pohon 

Berita Terbaru