HPSN 2026 di Sumenep: DLH Satukan Aksi Bersih-bersih Hingg Tanam Pohon 

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DLH Sumenep saat bersih-bersih dan tanam pohon dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (Za - garudajatim.com)

i

DLH Sumenep saat bersih-bersih dan tanam pohon dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ditandai dengan aksi nyata pembersihan lingkungan dan penanaman pohon di kawasan Jalan Lingkar Timur.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa isu sampah tidak lagi diperlakukan sebatas agenda simbolik, melainkan persoalan serius yang harus ditangani secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep (DLH) tersebut, pemerintah daerah memadukan aksi bersih-bersih jalan dan saluran air dengan penanaman pohon sebagai langkah simultan menjaga kebersihan sekaligus memperkuat kualitas lingkungan perkotaan.

Aksi lingkungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya gerakan pengurangan sampah berbasis aksi nyata di daerah, bukan sekadar kampanye seremonial.

Kegiatan HPSN 2026 di Sumenep melibatkan beragam elemen masyarakat, mulai dari Dharma Wanita DLH, komunitas peduli lingkungan, komunitas jurnalis, Pemuda Ansor Sumenep, Pemerintah Desa Pabian, hingga unsur Forkopimcam. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Bidang Persampahan DLH Sumenep, Deddy Surya, mengatakan pentingnya perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Menurutnya, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir terus meningkat jika tidak diimbangi dengan pengurangan dari hulu.

“Selama masyarakat masih mengandalkan sistem buang-angkut-buang, persoalan sampah tidak akan selesai. HPSN ini kami jadikan momentum untuk mendorong pengurangan sampah dari sumbernya, terutama melalui pemilahan dan pengelolaan mandiri di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Sabtu (21/2/26)

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa peringatan HPSN harus menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.

“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah dari sumbernya menjadi kunci utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, penanaman pohon yang dilakukan bersamaan dengan aksi bersih lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

“Lingkungan yang bersih harus ditopang dengan ruang hijau yang memadai. Ini bukan sekadar estetika, tapi soal kesehatan dan keberlanjutan,” tambahnya.

“Pembersihan hari ini sekaligus menjadi pesan bahwa ruang publik bukan tempat sampah. Kesadaran kolektif harus dibangun, karena dampak sampah bukan hanya soal kotor, tetapi juga banjir dan pencemaran lingkungan,” paparnya.

Ia berharap, peringatan HPSN 2026 dapat menjadi pemicu lahirnya gerakan berkelanjutan, tidak hanya pada momentum tertentu, tetapi menjadi budaya sehari-hari masyarakat.

“Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan warga, upaya menuju Sumenep yang bersih, sehat, dan asri diharapkan semakin nyata,” tukasnya. (Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru