SUMENEP, Garuda Jatim – Pintu masuk utama Kota Sumenep, Jawa Timur, justru tenggelam dalam gelap. Seluruh penerangan jalan di kawasan tugu “Selamat Datang” dilaporkan mati total, menimbulkan keresahan warga dan mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengurus fasilitas publik strategis.
Di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo, kondisi ini dinilai ironis. Kawasan yang seharusnya menjadi wajah pertama kota bagi pendatang malah berubah menjadi titik rawan keselamatan pada malam hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak satu pun lampu penerangan berfungsi. Jalan tampak gelap gulita, menyulitkan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat lalu lintas padat. Sejumlah warga mengaku khawatir setiap kali melintas di area tersebut.
“Ini jalur utama masuk kota. Kalau gelap seperti ini jelas berbahaya, apalagi malam,” ujar seorang pengendara. Minggu (1/3/26).
Selain faktor keselamatan, padamnya lampu di kawasan ikonik itu juga mencoreng citra Kota Sumenep. Tugu “Selamat Datang” selama ini dikenal sebagai simbol penyambutan dan kebanggaan daerah, namun kini kehilangan fungsi visualnya akibat minimnya perhatian.
Warga menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur dasar. Mereka mendesak pemerintah daerah segera bertindak dan tidak menunggu keluhan publik meluas.
“Lampu jalan itu kebutuhan dasar. Kalau dibiarkan, kesannya pemerintah abai,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab padamnya penerangan maupun target waktu perbaikannya. Ketiadaan informasi tersebut justru memperkuat kritik publik terhadap respons pemerintah daerah.
Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani, mengingat kawasan “Selamat Datang” bukan sekadar ruas jalan biasa, melainkan representasi wajah kota dan ukuran kepekaan pemerintah terhadap pelayanan publik.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











