E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Wartawan Online Daerah Sumenep saat rapat kerja (Za - garudajatim.com)

i

Ikatan Wartawan Online Daerah Sumenep saat rapat kerja (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Rencana penerapan sistem e-katalog dalam kerja sama publikasi media tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian menuai penolakan.

Kebijakan yang digulirkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep itu dinilai tidak berpijak pada realitas media lokal dan cenderung dipaksakan tanpa ruang dialog yang memadai.

Setelah sebelumnya mendapat penolakan dari organisasi wartawan lain, kini sikap tegas disampaikan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep.

Organisasi ini menilai penerapan e-katalog justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru dalam ekosistem pers daerah.

Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menegaskan bahwa pihaknya secara kelembagaan belum siap mengikuti skema tersebut.

Menurutnya, perubahan mendasar dalam pola kemitraan publikasi media tidak seharusnya dilakukan secara tergesa dan sepihak.

“Kami menolak penerapan e-katalog untuk kerja sama publikasi media 2026. Sosialisasinya nyaris tidak ada, sementara mekanisme teknisnya juga tidak pernah dijelaskan secara terbuka dan detail,” tegas Imam. Senin (2/3/26).

Ia menyebut, kebijakan yang ditandatangani Kepala Diskominfo Sumenep itu terkesan lebih mengejar formalitas regulasi ketimbang mempertimbangkan kesiapan pelaku media lokal yang selama ini menjadi mitra pemerintah daerah.

Bahkan, IWO Sumenep mengaku telah menyampaikan keberatan secara administratif melalui surat resmi. Namun hingga kini, tidak ada respons maupun klarifikasi dari pihak Diskominfo.

“Kami sudah menempuh jalur resmi dengan menyurati Diskominfo. Tapi tidak ada balasan, tidak ada forum dialog. Ini memperlihatkan lemahnya komunikasi dan partisipasi publik dalam kebijakan ini,” tuturnya dengan nada geram.

Imam menilai, seharusnya pemerintah daerah menyiapkan masa transisi yang jelas sebelum memberlakukan sistem baru. Tanpa tahapan dan pendampingan, e-katalog justru berpotensi meminggirkan media lokal yang belum siap secara administratif dan teknologi.

Kritik juga diarahkan pada terbitnya Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor: 000.3/1/023/2026 tentang penerapan e-katalog dalam kerja sama publikasi media. Dalam edaran itu, seluruh perangkat daerah diwajibkan menyesuaikan mekanisme publikasi melalui sistem e-katalog sesuai peraturan perundang-undangan.

Menurut IWO, substansi surat edaran tersebut tidak mempertimbangkan kondisi riil media lokal di daerah, yang selama ini bergantung pada pola kerja sama konvensional.

“Kami berharap Achmad Fauzi Wongsojudo turun tangan langsung. Kebijakan ini perlu ditinjau ulang agar tidak merugikan media lokal yang menjadi bagian penting dari penyebaran informasi publik,” papar Imam.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Sumenep Indra Wahyudi menegaskan bahwa penerapan e-katalog bukanlah kebijakan personal, melainkan kewajiban pemerintah daerah dalam menjalankan regulasi pemerintah pusat.

“Ini bukan kebijakan pribadi. Ada aturan dan perintah atasan. Kami hanya menjalankan regulasi yang berlaku,” singkatnya.

Namun pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam polemik. Tanpa dialog terbuka dan skema transisi yang jelas, kebijakan e-katalog publikasi media dikhawatirkan akan memperlebar jarak antara pemerintah daerah dan insan pers di Sumenep.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru