“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan jantung kota Sumenep terendam banjir (Za - garudajatim.com

i

Jalan jantung kota Sumenep terendam banjir (Za - garudajatim.com

SUMENEP, Garuda Jatim – Tagline “Bismillah Melayani” yang terus digaungkan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini kian kehilangan makna.

Setelah satu tahun kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo–Imam Hasyim, persoalan banjir yang berulang di jantung kota tak juga terselesaikan.

Kondisi ini memicu kekecewaan publik dan menegaskan jurang antara slogan pelayanan dan realitas pembangunan.

Setiap hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan permukiman kembali tergenang. Aktivitas warga lumpuh, arus lalu lintas tersendat, dan genangan air menjadi pemandangan rutin yang seolah dianggap wajar oleh pemerintah daerah.

“Banjir ini bukan kejadian baru. Sudah bertahun-tahun. Kalau dalam satu tahun kepemimpinan saja tidak ada perubahan, lalu apa yang sebenarnya dikerjakan?” kata seorang warga dengan nada kesal saat melintasi jalan yang tergenang. Senin (2/3/26)

Alih-alih menunjukkan progres nyata, penanganan banjir dinilai hanya sebatas respons sesaat. Normalisasi saluran air, perbaikan drainase, dan pengendalian sedimentasi belum terlihat sebagai program prioritas yang terencana dan berkelanjutan. Publik pun menilai pemerintah lebih sibuk membangun citra dibanding menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Warga menilai, jika dalam satu tahun kepemimpinan saja persoalan mendasar seperti banjir tak kunjung diselesaikan, maka tagline “Bismillah Melayani” hanya akan dikenang sebagai slogan kosong.

Masyarakat menuntut pemerintah berhenti menjual narasi keberhasilan semu dan mulai bekerja nyata, adil, serta berpihak pada kepentingan rakyat, bukan sekadar pencitraan kekuasaan

Sementara itu, Mahasiswa Sumenep, Moh Afandi, menyebut kegagalan mengatasi banjir menjadi cermin lemahnya tata kelola pembangunan daerah. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa lagi ditutup dengan dalih cuaca ekstrem.

“Ini murni soal kelalaian dan salah urus. Drainase dangkal, saluran mampet, perawatan nihil. Tapi yang ditonjolkan justru seremoni dan pencitraan,” tegasnya.

Ia menambahkan, satu tahun kepemimpinan Fauzi–Imam belum memberikan dampak signifikan bagi pembangunan Sumenep. Orientasi kebijakan dinilai tidak menyentuh persoalan struktural, bahkan memperlebar ketimpangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Kepulauan makin tertinggal. Infrastruktur dasar masih jauh dari layak, tapi pemerintah seolah menutup mata. Ini bukan lagi kelalaian, tapi pembiaran,” ungkapnya dengan nada lantang.

Kritik terhadap pemerintah daerah kian menguat karena tidak adanya transparansi dan target jelas dalam penanganan banjir. Hingga kini, publik tidak pernah disuguhi peta jalan penanganan banjir yang terukur, termasuk anggaran, waktu pelaksanaan, dan indikator keberhasilan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret dan strategis untuk mengakhiri banjir yang terus berulang setiap tahun.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru