SUMENEP, Garuda Jatim – Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, tak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat. Kawasan wisata tersebut berubah menjadi titik temu pelayanan publik ketika Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten setempat menghadirkan beragam layanan gratis secara langsung bagi warga.
Kehadiran layanan kesehatan, administrasi kependudukan, literasi, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi hingga dukungan infrastruktur membuat kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur terasa berbeda.
Pemerintah tidak sekadar datang membawa program, tetapi mendekatkan berbagai kebutuhan pelayanan kepada masyarakat dalam satu lokasi.
Agenda tersebut melibatkan Pemprov Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan TNI Angkatan Laut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim meninjau langsung sejumlah titik pelayanan yang disiapkan untuk masyarakat.
Sejak pagi, warga dapat memanfaatkan sejumlah layanan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan maupun fasilitas pelayanan yang berbeda-beda.
Di sektor administrasi kependudukan, masyarakat memperoleh layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang disediakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep.
Sementara di bidang literasi, Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Timur menghadirkan mobil perpustakaan keliling. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk membaca sekaligus mengenal lebih dekat berbagai bahan bacaan di tengah kegiatan pelayanan sosial.
Layanan sosial juga diperkuat dengan kehadiran mobil Janeta milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. TNI Angkatan Laut turut membuka layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan gigi dan mulut.
Tidak berhenti di pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan fasilitas khitanan massal gratis serta pemeriksaan kesehatan tanpa biaya. Dinas Sosial turut menyiapkan dapur umum untuk mendukung rangkaian kegiatan tersebut.
Bagi Pemkab Sumenep, kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena pelayanan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar kawasan Pantai Slopeng.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim menilai kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur, Pemkab Sumenep dan TNI Angkatan Laut menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan semakin kuat ketika dikerjakan secara bersama-sama.
“Pemerintah hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan pelayanan sosial seperti ini. Apa yang dibawa ke Sumenep hari ini diharapkan benar-benar memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Jumat (16/10/26)
Menurutnya, pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat juga harus diikuti dengan kesinambungan program. Bantuan kesehatan, pendidikan, sosial maupun ekonomi tidak cukup hanya diberikan sekali, tetapi perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat. Pemerintah kabupaten tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pemerintah provinsi, TNI, dunia pendidikan, tenaga kesehatan dan berbagai unsur lainnya menjadi kekuatan bersama untuk membangun Sumenep,” paparnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa bakti sosial di Sumenep tidak hanya berkutat pada persoalan kesehatan.
Sejumlah program juga diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat.
“Di bidang pendidikan, Pemprov Jatim menyiapkan beasiswa afirmasi yang direncanakan disalurkan melalui SMA Kalianget. Sedangkan di sektor ekonomi terdapat sejumlah dukungan, mulai dari zakat produktif untuk pelaku UMKM, program KIP Jawara bagi perempuan kepala keluarga hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan),” ungkapnya.
Menurut Khofifah, pola kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi semakin penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Sekarang eranya urunan, sama-sama efisiensi. Kalau tenaga kerjanya kabupaten, maka Pemprov bagian support aspal,” tegasnya.
Pola tersebut, kata dia, memungkinkan pembangunan tetap berjalan dengan pembagian peran sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing pemerintah daerah.
Pemilihan Pantai Slopeng sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pesan tersendiri. Selain menjadi pusat pelayanan masyarakat, kawasan pesisir tersebut dimanfaatkan untuk mengenalkan wawasan kemaritiman kepada generasi muda.
Khofifah mengapresiasi keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran unsur TNI AL dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan baru kepada anak-anak mengenai dunia maritim.
“Support dari TNI Angkatan Laut luar biasa. Kita menyelenggarakannya di Pantai Slopeng, maka pendekatan kemaritiman menjadi penting untuk dikenalkan kepada anak-anak kita,” sambung Khofifah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada tim dokter dari Surabaya dan Sumenep yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Penghargaan turut diberikan kepada dokter gigi, Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair), serta seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Sumenep menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendapatkan berbagai pelayanan dalam satu tempat. Bagi pemerintah, kegiatan itu menjadi gambaran bahwa pelayanan publik dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat, kolaboratif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, kehadiran pemerintah di Pantai Slopeng diharapkan menjadi penguat hubungan antara kebijakan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Khofifah berharap seluruh layanan dan bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Mudah-mudahan Sumenep barokah, Jawa Timur barokah, Indonesia barokah, masyarakatnya bahagia sejahtera,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











