SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan pelaksanaan Festival Ketupat Sumenep 2026 akan digelar pada 26 Maret 2026 di kawasan wisata Pantai Lombang.
Agenda tahunan yang sarat nilai budaya ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang hiburan rakyat yang inklusif.
Momentum pasca-Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Pemkab Sumenep untuk mengangkat kembali tradisi ketupat yang menjadi identitas kuat masyarakat Madura.
Festival ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga dirancang sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
Rangkaian kegiatan telah disusun secara komprehensif oleh panitia, mulai dari prosesi Topak Lobar yang mencerminkan semangat kebersamaan, hingga lomba kreasi olahan ketupat dan orong ketupat yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Suasana festival juga akan dimeriahkan dengan penampilan seni musik dari berbagai komunitas lokal seperti Baladewa Percussion, Megaremeng Percussion, dan Pamdas Community.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan pemerintah kecamatan hingga organisasi perangkat daerah menjadi bukti keseriusan dalam mengembangkan potensi budaya sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah.
“Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan budaya lokal agar tetap lestari sekaligus bernilai ekonomi,” ujar Fauzi. Rabu (25/3/26).
Selain menjadi ajang pelestarian tradisi, Festival Ketupat juga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk unggulan akan ditampilkan, mulai dari kuliner berbahan dasar ketupat hingga kerajinan khas Sumenep yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
Panitia juga memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam berbagai lomba melalui sistem pendaftaran digital berbasis kode QR yang telah disediakan dalam materi promosi resmi.
Pemilihan Pantai Lombang sebagai pusat kegiatan dinilai strategis. Destinasi wisata ini dikenal dengan hamparan pasir putih yang luas serta deretan pohon cemara udang yang menjadi ikon khas.
Keindahan alam tersebut diyakini akan memperkuat daya tarik festival dan memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.
Mengusung konsep perpaduan budaya, kuliner, dan hiburan, Festival Ketupat Sumenep 2026 diproyeksikan menjadi katalis baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Pemerintah daerah optimistis kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat kami imbau untuk ikut meramaikan festival ini dengan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban. Ini adalah kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep ke tingkat yang lebih luas,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











