H-1 Lebaran, Harga Ayam di Pasar Anom Baru Sumenep Tembus Rp50 Ribu per Kg

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daging ayam di pasar Anom Baru Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Daging ayam di pasar Anom Baru Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Sehari menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga daging ayam di pasar Anom Baru Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami lonjakan tajam.

Pada Jumat (20/3/2026), harga ayam potong tercatat menyentuh Rp50 ribu per kilogram, menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Kenaikan harga ini berlangsung secara bertahap, seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang Lebaran. Dalam beberapa hari sebelumnya, harga ayam masih berada di angka Rp45 ribu per kilogram, kemudian merangkak naik menjadi Rp48 ribu, hingga akhirnya mencapai Rp50 ribu per kilogram pada puncak permintaan hari ini.

Pedagang ayam di pasar tradisional, Nurhayati, menyebut lonjakan harga tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan mengikuti pola kenaikan permintaan yang terus meningkat.

“Kenaikannya pelan, tapi pasti. Dari Rp45 ribu, naik ke Rp48 ribu, sekarang Rp50 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Selain ayam potong, harga ayam kampung juga ikut terdongkrak lebih tinggi. Saat ini, komoditas tersebut dijual hingga Rp120 ribu per kilogram, naik dari kisaran normal Rp100 ribu. Kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya minat masyarakat terhadap ayam kampung yang dinilai lebih cocok untuk sajian khas Lebaran.

Lonjakan harga ini tidak lepas dari ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat meningkat drastis untuk persiapan hari raya, sementara suplai dari peternak tidak mengalami peningkatan signifikan. Situasi ini memperkuat tren kenaikan harga yang kerap terjadi setiap menjelang Idulfitri.

Fenomena ini kembali menegaskan bahwa momentum Lebaran memiliki pengaruh kuat terhadap pola konsumsi masyarakat. Stabilitas harga ke depan pun menjadi perhatian penting, terutama dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan lonjakan permintaan musiman.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB