APBD Sumenep Disorot, Rp709 Juta untuk Sarung, Rakyat Butuh Infrastruktur

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua GPPS, Tijanuz Zaman, saat sontak menyuarakan aspirasi rakyat (Istimewa - garudajatim.com?

i

Ketua GPPS, Tijanuz Zaman, saat sontak menyuarakan aspirasi rakyat (Istimewa - garudajatim.com?

SUMENEP, Garuda Jatim – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menuai sorotan tajam.

Di tengah kebutuhan mendesak akan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, alokasi ratusan juta rupiah untuk belanja sarung dinilai sebagai bentuk ketidaktepatan prioritas anggaran.

Anggaran sebesar Rp709 juta lebih untuk pengadaan sarung pada momentum Ramadan memicu kritik publik. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai tidak memiliki dampak signifikan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan, transportasi, air bersih, hingga layanan dasar lainnya.

Ketua Gerakan Pemuda Peduli Sumenep (GPPS), Tijanuz Zaman, menyatakan bahwa sebagai daerah dengan karakter geografis kepulauan, Sumenep seharusnya menempatkan konektivitas dan pelayanan dasar sebagai prioritas utama APBD.

“Infrastruktur jalan kabupaten, transportasi antar pulau, serta sanitasi dan air bersih masih menjadi persoalan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Selasa (17/3/26)

Di sisi lain, lanjut dia, potensi ekonomi lokal seperti perikanan, garam, pariwisata, dan UMKM belum sepenuhnya didorong melalui kebijakan anggaran yang kuat. Padahal, sektor-sektor tersebut memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga.

Ia menegaskan, belanja sarung dalam jumlah besar, meski dibungkus dalam nuansa sosial dan keagamaan, dipandang sebagai pengeluaran seremonial yang tidak mendesak.

“Dalam kondisi keterbatasan fiskal, setiap rupiah APBD seharusnya difokuskan pada program produktif, bukan kegiatan simbolik,” tegasnya.

Kritik ini bukan semata soal angka, tetapi menyangkut arah kebijakan. Ketika kebutuhan dasar belum terpenuhi secara merata, penggunaan anggaran untuk kegiatan non-prioritas berpotensi mencederai rasa keadilan publik.

“Transparansi dan akuntabilitas menjadi ujian penting bagi pemerintah daerah. Evaluasi menyeluruh terhadap pos belanja yang tidak berdampak langsung perlu dilakukan agar APBD benar-benar menjadi instrumen pembangunan, bukan sekadar alat distribusi kegiatan seremonial,” paparnya.

Publik kini menunggu keberanian pemerintah daerah untuk merapikan prioritas. Sebab, APBD bukan hanya soal penyerapan anggaran, tetapi tentang keberpihakan yang nyata kepada rakyat.

“Evaluasi anggaran perlu terus dilakukan. APBD harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kegiatan yang manfaatnya terbatas,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru