Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

i

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Hamparan tembakau di berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menguning dan bersiap memasuki musim panen.

Namun, di balik optimisme itu, ribuan petani masih diliputi tanda tanya besar. Hingga pertengahan Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep belum menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) 2026, padahal masa panen tinggal menghitung pekan.

Keterlambatan penetapan TIHT bukan sekadar persoalan administrasi. Bagi petani, angka tersebut menjadi pijakan penting untuk mengetahui batas minimal harga yang dinilai layak setelah mereka mengeluarkan biaya besar untuk pupuk, bibit, tenaga kerja hingga perawatan tanaman selama berbulan-bulan.

Di tengah harapan panen yang menjanjikan, kepastian harga kini menjadi perhatian utama.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan pemerintah tidak ingin menetapkan TIHT secara asal. Seluruh komponen biaya produksi harus dihitung secara rinci agar angka yang ditetapkan benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.

“Penetapan TIHT tidak bisa dilakukan secara instan. Semua komponen biaya mulai dari bibit, pupuk, tenaga kerja, hingga sarana produksi harus dihitung terlebih dahulu. Saat ini prosesnya masih dilakukan oleh DKPP,” ujar Ramli. Jumat (17/7/26).

Ia menjelaskan, DKUPP bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan sinkronisasi data sebelum hasil perhitungan dievaluasi oleh tim teknis. Pemerintah menargetkan TIHT 2026 dapat ditetapkan pada Agustus mendatang, sebelum transaksi tembakau berlangsung secara masif.

Ramli mengungkapkan, pengalaman dua musim terakhir menunjukkan harga jual tembakau di tingkat gudang mampu melampaui TIHT. Meski demikian, kondisi tersebut hanya berlaku bagi tembakau dengan kualitas terbaik.

Menurutnya, kualitas daun tembakau tidak hanya dipengaruhi cuaca yang saat ini relatif mendukung, tetapi juga kedisiplinan petani dalam menerapkan teknik budidaya, terutama saat menentukan waktu panen.

“Kalau masih muda jangan dipanen. Menunggu umur yang ideal akan menghasilkan kualitas lebih baik dan harga jualnya juga lebih tinggi. Gudang pasti akan memilih tembakau yang berkualitas,” katanya.

Ramli mengingatkan bahwa panen terlalu dini tidak hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menurunkan reputasi tembakau Madura yang selama ini dikenal memiliki mutu tinggi di pasar nasional.

Musim tembakau 2026 kini memasuki fase krusial. Di satu sisi, cuaca yang bersahabat membuka peluang lahirnya tembakau berkualitas premium. Namun di sisi lain, belum terbitnya TIHT membuat sebagian petani memilih menunggu kepastian.

Pemerintah pun berpacu dengan waktu agar angka yang akan ditetapkan bukan hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar mampu menjadi “jaring pengaman” ekonomi bagi petani tembakau Sumenep saat menghadapi musim jual beli tahun ini.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru