BPRS Bhakti Sumekar 2026: Akselerasi Digital, Edukasi Finansial, dan Penguatan UMKM Jadi Tiga Pilar Utama

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat mengungkapkan terkait langkah strategis untuk mengusung tiga agenda utama (Istimewa - garudajatim.com)

i

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat mengungkapkan terkait langkah strategis untuk mengusung tiga agenda utama (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) menyiapkan langkah strategis untuk tahun 2026 dengan mengusung tiga agenda utama, yakni perluasan edukasi keuangan, optimalisasi layanan berbasis digital, serta penguatan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Strategi ini dirancang untuk mempertegas peran perusahaan sebagai motor penggerak ekonomi berbasis syariah di Kabupaten Sumenep.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengungkapkan bahwa perusahaan akan memperluas jangkauan literasi keuangan dengan menyasar puluhan lembaga pendidikan.

Program ini ditargetkan mampu menghadirkan layanan perbankan digital di sekitar 90 sekolah pada tahun depan, sebagai bagian dari upaya mengenalkan sistem keuangan syariah sejak dini kepada generasi muda.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk membangun kesadaran finansial pelajar, sekaligus menanamkan budaya menabung sejak usia sekolah. Dengan pendekatan edukatif yang terintegrasi, BPRS Bhakti Sumekar ingin memastikan generasi muda memiliki fondasi ekonomi yang kuat di masa depan.

“Pengenalan pengelolaan keuangan sejak sekolah penting agar generasi muda memiliki kesiapan ekonomi di masa mendatang,” ujar Hairil Fajar. Rabu (25/3/26).

Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi fokus serius perseroan. Melalui pengembangan aplikasi BBS Mobile, BPRS Bhakti Sumekar menghadirkan berbagai fitur baru, termasuk informasi lokasi ATM dan jaringan kantor layanan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemudahan akses serta efisiensi transaksi bagi nasabah.

Hairil menegaskan bahwa pembaruan sistem digital tidak hanya bertujuan mempercepat layanan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam setiap aktivitas perbankan.

Tak berhenti pada inovasi teknologi, perusahaan juga memperkenalkan produk simpanan baru dengan setoran awal yang terjangkau, mulai dari Rp1 juta. Produk ini dirancang untuk memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Komitmen terhadap UMKM turut diperkuat melalui penyediaan skema pembiayaan yang kompetitif serta program pendampingan usaha. Pendekatan ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnisnya.

Manajemen BPRS Bhakti Sumekar menilai sektor UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan dari lembaga keuangan daerah.

“Tugas kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memastikan pelaku usaha berkembang dan semakin mandiri,” tambah Hairil.

Dengan tiga fokus utama tersebut, BPRS Bhakti Sumekar optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan syariah daerah yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Pemkab Sumenep Siapkan Panggung Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta di Malang Raya Capai 115 Ribu
Idul Fitri 1447 H, IWO Sumenep Gaungkan Etika Pers dan Harmoni Sosial
Idul Fitri 1447 H, Ketua PKDI Sumenep Ajak Kepala Desa Perkuat Peran Sosial dan Pelayanan Publik
Idul Fitri 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Legislator NasDem Sumenep Ajak Perkuat Integritas dan Kepedulian
H-1 Lebaran, Harga Ayam di Pasar Anom Baru Sumenep Tembus Rp50 Ribu per Kg
APBD Sumenep Disorot, Rp709 Juta untuk Sarung, Rakyat Butuh Infrastruktur
Bappeda Sumenep Tegaskan Perencanaan Pembangunan Dimulai dari Aspirasi Desa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:10 WIB

BPRS Bhakti Sumekar 2026: Akselerasi Digital, Edukasi Finansial, dan Penguatan UMKM Jadi Tiga Pilar Utama

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:01 WIB

Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Pemkab Sumenep Siapkan Panggung Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:33 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta di Malang Raya Capai 115 Ribu

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:45 WIB

Idul Fitri 1447 H, IWO Sumenep Gaungkan Etika Pers dan Harmoni Sosial

Jumat, 20 Maret 2026 - 20:58 WIB

Idul Fitri 1447 H, Ketua PKDI Sumenep Ajak Kepala Desa Perkuat Peran Sosial dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru