BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer daftar dapur MBG di Jawa Timur disuspend  (istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer daftar dapur MBG di Jawa Timur disuspend (istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Gelombang persoalan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian menguat. Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan mensuspend atau menghentikan sementara operasional belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.

Kebijakan keras ini diambil menyusul rentetan temuan serius di lapangan, mulai dari roti berjamur, buah busuk dan berulat, lauk basi, hingga keluhan penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan.

Temuan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap standar keamanan dan mutu pangan yang ditetapkan dalam program nasional MBG.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur merupakan mekanisme pengendalian mutu yang tidak bisa ditawar.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujar Nanik di Jakarta, seperti dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (28/2/26) kemarin.

Berdasarkan infografis yang beredar dan diterima media ini melalui tangkapan layar story WhatsApp, jumlah dapur SPPG yang disuspend tersebar di sejumlah provinsi. Rinciannya, Banten 2 dapur, DKI Jakarta 1 dapur, Jawa Barat 7 dapur, Jawa Tengah 3 dapur, Kalimantan Barat 2 dapur, Kepulauan Riau 1 dapur, dan Jawa Timur menjadi yang terbanyak dengan 17 dapur SPPG.

Jawa Timur pun menjadi sorotan utama. Dapur-dapur yang dihentikan sementara tersebar di berbagai kabupaten, seperti Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Madiun, hingga Kabupaten Sumenep.

Di Sumenep, tercatat empat SPPG masuk dalam daftar suspend, yakni:

SPPG Sumenep, Kecamatan Batang-Batang, Desa Batang-Batang Daya 2

SPPG Sumenep, Kecamatan Pragaan, Desa Pakamban Laok 2

SPPG Sumenep, Kecamatan Lenteng, Desa Lenteng Timur 2

SPPG Sumenep, Kecamatan Dungkek, Desa Jadung

Dari keempat dapur tersebut, SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, menjadi sorotan paling tajam. Dapur yang dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi itu diduga bermasalah setelah menu MBG yang disalurkan disebut menyebabkan sejumlah guru dan siswa mengalami diare.

Penolakan dari wali murid Raudlatul Athfal (RA) juga sempat terjadi. Mereka menilai menu MBG yang dibagikan tidak layak konsumsi, seiring beredarnya keluhan kualitas makanan yang diterima anak-anak.

Masalah tak berhenti di situ. Perkembangan terbaru kembali memantik keresahan publik setelah dalam paket MBG kering ditemukan roti berjamur. Temuan tersebut dikeluhkan sejumlah orang tua siswa dan semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan mutu pangan di tingkat dapur pelaksana.

Langkah suspend yang diambil BGN disebut sebagai upaya evaluasi menyeluruh untuk memastikan program MBG benar-benar memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan.

Namun di sisi lain, masyarakat kini mendesak adanya transparansi hasil evaluasi, kejelasan sanksi bagi pengelola dapur bermasalah, serta jaminan kualitas sebelum distribusi MBG kembali dilanjutkan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Agus Dwi Saputra Dilantik Jadi Sekda Sumenep, Kendali Birokrasi Resmi Berpindah Tangan
Berita ini 157 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru