SUMENEP, Garuda Jatim – Di tengah dentuman musik tong-tong dan semarak Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak cukup hanya dibangun melalui program pemerintah. Minggu (18/10/26)
Ada kekuatan sosial yang jauh lebih mendasar, yakni persatuan, gotong royong, dan kepedulian antarmasyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 di depan Masjid Jamik Sumenep.
Momentum budaya itu sekaligus dimanfaatkan untuk mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep sebagai ruang memperkuat kebersamaan.
Bagi Fauzi, Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan sekadar agenda seremonial yang berulang setiap tahun. Lebih dari itu, peringatan hari jadi harus menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Hari jadi ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Bupati Fauzi.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan membutuhkan fondasi sosial yang kuat. Karena itu, kebersamaan masyarakat menjadi modal penting agar berbagai agenda pembangunan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tetapi menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun daerah.
“Persatuan dan gotong royong merupakan modal utama untuk mendorong kemajuan daerah. Karena itu, kerukunan dan kepedulian sosial harus terus kita jaga,” ujarnya.
Fauzi menilai Sumenep memiliki kekayaan sosial dan budaya yang tidak dimiliki semua daerah. Wilayah daratan dan kepulauan dengan karakteristik masyarakat yang beragam menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Sumenep.
Keberagaman budaya, suku, karakter masyarakat hingga kondisi geografis tersebut, kata dia, harus dirawat sebagai kekuatan yang menyatukan, bukan justru menjadi sekat dalam kehidupan sosial.
“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun Sumenep yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Fauzi.
Ia mengajak masyarakat mengambil bagian dalam pembangunan sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Sebab, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat ikut terlibat di dalamnya.
“Kemajuan Sumenep membutuhkan partisipasi semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, pemuda, tokoh agama, dan dunia usaha,” sambungnya.
Lebih jauh Fauzi menyatakan kolaborasi lintas elemen menjadi kebutuhan penting dalam mempercepat kemajuan daerah. Pemerintah memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan dan program, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga, mengawal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pelaksanaannya.
Di sisi lain, Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat tradisi dan memperkuat identitas budaya Sumenep di tengah derasnya perkembangan zaman.
Prosesi Arya Wiraraja membawa masyarakat kembali mengenali akar sejarah daerah, sementara musik tong-tong menjadi salah satu ekspresi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Madura.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, pelestarian budaya memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Identitas lokal yang kuat diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga menjadi energi sosial untuk membangun Sumenep secara bersama-sama.
Melalui peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep 2026, Fauzi berharap semangat persatuan yang tercipta dalam rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti ketika panggung festival berakhir.
Semangat tersebut, kata dia, harus dibawa ke ruang kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, desa, komunitas, hingga dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
“Kami berharap persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semakin mengakar demi mewujudkan Kabupaten Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera,” tandas Fauzi.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











