SUMENEP, Garuda Jatim — MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL mengambil bagian sebagai salah satu sponsor dalam gelaran Madura Culture Festival 2026.
Sbuah perhelatan yang mempertemukan kekayaan budaya, kreativitas, pariwisata dan geliat ekonomi masyarakat Madura.
Bukan sekadar hadir sebagai sponsor, Sae Rassa membawa konsep yang sengaja dibuat berbeda. Di tengah suasana festival yang penuh warna, sebuah “oase” bernuansa tropis bernama Summer Forest dihadirkan untuk memberikan pengalaman kuliner yang lebih segar kepada para pengunjung.
Konsep tersebut memadukan atmosfer musim panas dengan nuansa alam tropis. Dekorasi stand dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk membeli makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman visual dan suasana yang nyaman untuk menikmati sajian di tengah riuhnya festival.
Di sinilah strategi Sae Rassa terlihat, menjadikan kuliner bukan sekadar pelengkap festival, melainkan bagian dari pengalaman wisata.
Pengunjung bisa berhenti sejenak dari padatnya rangkaian acara, menikmati kudapan, menyeruput minuman, kemudian kembali menikmati kemeriahan Madura Culture Festival.
Dari balik konsep yang Instagramable itu, Sae Rassa juga membawa menu yang cukup beragam.
Bagi pemburu rasa manis, tersedia donat, Banana Cho, E’clair, Choux hingga Dragon Ball. Sedangkan penggemar sajian gurih dapat memilih Deep-fried Wonton Chicken, Chicken Wings maupun French Fries.
Tidak berhenti pada makanan, Sae Rassa juga menyediakan berbagai varian teh yang menyegarkan serta aneka Kopi Sae Rassa sebagai teman menikmati suasana festival.
Yang membuatnya semakin menarik, sajian tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp15.000 per porsi.
Harga itu menjadi upaya Sae Rassa untuk membawa pengalaman menikmati kuliner berstandar hotel bintang empat lebih dekat dengan masyarakat luas. Artinya, label hotel tidak harus selalu identik dengan harga mahal.
Di tengah festival yang menjadi ruang pertemuan masyarakat lokal dan wisatawan, strategi tersebut sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi siapa pun untuk mencicipi sajian yang dibawa langsung dari lingkungan perhotelan.
Bagi MYZE Hotel Sumenep, keterlibatan ini juga memiliki makna lebih luas. Industri perhotelan tidak hanya dituntut menyediakan kamar dan pelayanan bagi tamu, tetapi juga dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem pariwisata daerah.
Sebab, wisatawan yang datang ke Sumenep tidak hanya membutuhkan destinasi untuk dikunjungi. Mereka juga membutuhkan pengalaman mulai dari budaya, hiburan, tempat menginap hingga kuliner yang meninggalkan kesan.
General Manager MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL, Akfian Farado Gusti, bersama Direksi MYZE Hotel Sumenep, Masida, menegaskan bahwa keikutsertaan sebagai sponsor merupakan bentuk dukungan terhadap agenda kebudayaan daerah.
“Dukungan kami sebagai salah satu sponsor di Madura Culture Festival merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap kelestarian seni dan kebudayaan lokal,” ujarnya. Jumat (28/8/26)
Ia menyebut, konsep Summer Forest sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
“Melalui konsep stand Summer Forest dan pilihan menu lezat dengan harga ramah di kantong, kami ingin memanjakan para pengunjung festival dengan pengalaman bersantap yang berkesan dan menyegarkan,” tegasnya.
Kehadiran Sae Rassa dalam festival tersebut akhirnya memperlihatkan satu hal menarik: ketika budaya menjadi magnet, kuliner dapat menjadi jembatan yang membuat wisatawan tinggal lebih lama dalam sebuah pengalaman.
Seni menarik perhatian. Budaya membuka cerita. Dan kuliner membuat pengalaman itu terasa lebih dekat.
Melalui Summer Forest, Sae Rassa mencoba merangkai ketiganya dalam satu ruang kecil di tengah besarnya kemeriahan Madura Culture Festival 2026.
Bukan hanya menjual makanan, tetapi ikut menyajikan rasa dari sebuah perayaan budaya Madura.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











