Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS

Senin, 13 Juli 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati H. Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, saat melakukan sidak ke SMP Negeri 1 Sumenep dalam rangka kegiatan MPLS ( Za - garudajati.com)

i

Bupati H. Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, saat melakukan sidak ke SMP Negeri 1 Sumenep dalam rangka kegiatan MPLS ( Za - garudajati.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Hari pertama

pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Komitmen tersebut dibuktikan langsung oleh Bupati H. Achmad Fauzi Wongsojudo, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 1 Sumenep.

Sidak itu dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian MPLS berjalan sesuai prinsip MPLS Ramah, tanpa praktik perploncoan, intimidasi, maupun perundungan yang selama ini kerap menjadi perhatian publik.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep H. Moh. Iksan, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Sumenep, serta Kepala SMP Negeri 1 Sumenep. Rombongan meninjau sejumlah ruang kelas, berdialog dengan guru dan siswa baru, sekaligus mengamati secara langsung proses pengenalan lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, mengatakan seluruh satuan pendidikan telah diarahkan untuk menerapkan konsep MPLS Ramah sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim belajar yang sehat dan inklusif sejak hari pertama sekolah.

Menurutnya, Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan seluruh sekolah mematuhi pedoman pelaksanaan MPLS yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk larangan terhadap segala bentuk perploncoan, hukuman fisik, maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan trauma bagi peserta didik baru.

“Pendidikan yang berkualitas dimulai dari lingkungan sekolah yang memberikan rasa aman dan nyaman. Karena itu kami terus mengawal pelaksanaan MPLS agar benar-benar menjadi proses pengenalan sekolah yang mendidik, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat belajar siswa,” ujar Moh. Iksan. Senin (13/7/26)

Sementara itu, Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa pengalaman pertama siswa saat memasuki lingkungan sekolah akan menjadi fondasi penting dalam membangun semangat belajar dan karakter mereka di masa mendatang. Karena itu, seluruh aktivitas MPLS harus menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan bagi peserta didik.

“Saya ingin memastikan bahwa sejak hari pertama masuk sekolah, anak-anak kita merasa aman, nyaman, dan bahagia. Jangan sampai ada kegiatan yang mengarah pada perploncoan atau tindakan yang bisa melukai fisik maupun mental peserta didik,” tegasnya.

Menurutnya, paradigma MPLS harus bergeser dari tradisi senioritas menuju ruang pembelajaran yang edukatif. Kegiatan tersebut harus menjadi sarana mengenalkan budaya sekolah, membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, sekaligus memperkuat nilai saling menghormati antarwarga sekolah.

“MPLS bukan ajang menunjukkan senioritas. Kegiatan ini harus diisi dengan edukasi, pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, serta menanamkan nilai-nilai disiplin dan saling menghormati,” ujarnya.

Bupati memberi perhatian khusus terhadap keterlibatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam pelaksanaan MPLS. Menurutnya, peran OSIS sangat penting sebagai pendamping peserta didik baru, namun seluruh kegiatan harus tetap berada di bawah pengawasan guru dan kepala sekolah.

“Peran OSIS memang penting dalam menyambut adik-adiknya, tetapi semuanya harus berada dalam pengawasan guru dan kepala sekolah. Tidak boleh ada kegiatan di luar batas yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa baru,” katanya.

Fauzi menegaskan, Pemkab Sumenep telah memberikan instruksi dan peringatan kepada seluruh kepala sekolah agar pelaksanaan MPLS benar-benar mematuhi ketentuan pemerintah serta mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak peserta didik.

“Kami sudah memberikan warning kepada seluruh kepala sekolah. Yang kami inginkan sederhana, sekolah menjadi tempat yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Tidak ada ruang bagi kekerasan, intimidasi maupun perundungan,” tukasnya.

Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin memastikan bahwa tahun ajaran baru tidak hanya menjadi awal proses belajar mengajar, tetapi juga awal lahirnya budaya sekolah yang humanis.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan juga dari kemampuan sekolah menghadirkan ruang belajar yang bebas dari kekerasan, menghargai martabat setiap anak, serta membentuk karakter generasi muda sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Harkopnas ke-79 Jadi Titik Balik Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Koperasi Naik Kelas sebagai Mesin Pertumbuhan Daerah
Keraton Sumenep Tak Lagi Menunggu Wisatawan, Kini Bergerak Menjemput Dunia
Punya KTP Madura? Saatnya Staycation dan Kuliner Lebih Hemat di MYZE Hotel Sumenep by Artotel
Kemah HIMMAH ke-51 Jadi Ruang Tempa Karakter Santri, Ponpes Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bangun Generasi Berjiwa Pemimpin
Batik Sumenep Racik Warisan Leluhur Menjadi Ikon Fesyen Berdaya Saing
Tahun Ajaran Baru 2026, Disdik Sumenep Wajibkan Program Diniyah di Seluruh Sekolah Negeri
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:57 WIB

Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS

Senin, 13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa

Senin, 13 Juli 2026 - 18:21 WIB

Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa

Senin, 13 Juli 2026 - 18:09 WIB

Harkopnas ke-79 Jadi Titik Balik Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Koperasi Naik Kelas sebagai Mesin Pertumbuhan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:52 WIB

Keraton Sumenep Tak Lagi Menunggu Wisatawan, Kini Bergerak Menjemput Dunia

Berita Terbaru

Bupati H. Achmad Fauzi Wongsojudo dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, saat melakukan sidak ke SMP Negeri 1 Sumenep dalam rangka kegiatan MPLS ( Za - garudajati.com)

Berita

Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS

Senin, 13 Jul 2026 - 18:57 WIB