SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menabuh genderang perayaan Hari Jadi ke-758 dengan meluncurkan logo resmi yang akan menjadi identitas seluruh rangkaian kegiatan peringatan tahun 2027 mendatang.
Peluncuran tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi titik awal strategi besar pemerintah daerah dalam mengakselerasi sektor pariwisata, menggerakkan ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
Prosesi peluncuran logo yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep menjadi suasana yang sarat nuansa budaya dan simbol kuat bahwa pembangunan Sumenep.
Tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berakar pada pelestarian identitas sejarah dan kearifan lokal yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan logo Hari Jadi ke-758 dirancang sebagai representasi semangat baru dalam memperkenalkan Sumenep kepada publik yang lebih luas.
Menurutnya, identitas visual tersebut akan menjadi instrumen promosi yang mampu memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Madura.
“Launching logo ini merupakan momentum strategis untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat Indonesia. Kami ingin menjadikan Hari Jadi bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga sarana memperlihatkan potensi daerah yang dimiliki Sumenep,” ujarnya. Selasa (23/6/26)
Faruk menjelaskan, proses lahirnya logo tersebut dilakukan melalui mekanisme sayembara terbuka yang melibatkan masyarakat Madura. Langkah ini sengaja ditempuh untuk memberikan ruang partisipasi publik sekaligus mendorong tumbuhnya kreativitas di kalangan generasi muda.
Antusiasme peserta terbilang tinggi. Puluhan desainer dari berbagai daerah di Madura, mulai dari Sumenep, Pamekasan hingga Sampang, turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Tingginya partisipasi itu dinilai menjadi indikator positif berkembangnya industri kreatif lokal yang mulai menunjukkan kualitas dan daya saing.
“Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari sejarah Hari Jadi ini. Melalui sayembara, muncul banyak gagasan kreatif yang mampu memadukan nilai-nilai tradisional dengan semangat modernitas. Itu menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat Madura terus berkembang,” tambahnya.
Faruk menegaskan bahwa rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758 memiliki orientasi yang lebih luas daripada sekadar perayaan budaya. Pemerintah daerah menargetkan momentum tersebut dapat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi lokal.
Menurutnya, sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat ketika jumlah wisatawan meningkat selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Kami optimistis Hari Jadi ke-758 akan menjadi magnet wisata baru. Semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat,” tegas Faruk.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai logo Hari Jadi ke-758 memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan sekadar elemen visual.
Logo tersebut, kata dia, merepresentasikan perjalanan panjang sejarah Kabupaten Sumenep sekaligus menjadi simbol optimisme menuju masa depan yang lebih maju.
Menurut Fauzi, keberhasilan pembangunan yang telah dicapai selama ini tidak terlepas dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat kebersamaan menjadi pesan utama yang ingin disampaikan melalui identitas visual Hari Jadi tahun ini.
“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, tetapi mencerminkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat untuk terus bergerak maju,” kata Fauzi.
Ia menambahkan, semangat yang terkandung dalam logo tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menjadi energi kolektif dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Berbagai capaian pembangunan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi aktif sesuai bidang dan kemampuannya masing-masing,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











