SUMENEP, Garuda Jatim — Kehadiran pengusaha rokok lokal di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dinilai membawa dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau.
Tidak hanya membantu menjaga stabilitas harga, para pengusaha rokok lokal juga membuka kepastian pasar bagi hasil panen petani di tengah ketidakpastian sektor pertanian.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri rokok lokal di Sumenep berkembang cukup pesat dan menjadi salah satu penyangga ekonomi masyarakat desa. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para petani tembakau yang kini lebih mudah menjual hasil panennya dengan harga yang dianggap layak.
Salah seorang petani tembakau asal Desa Bringin, Kecamatan Dasuk, Rasit, mengaku keberadaan pengusaha rokok lokal telah mengubah kondisi ekonomi keluarganya secara perlahan.
Menurutnya, para pengusaha rokok secara konsisten membeli tembakau petani sehingga harga di tingkat bawah menjadi lebih stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu harga tembakau sering tidak menentu. Saat panen raya malah kadang jatuh. Sekarang petani lebih tenang karena ada pengusaha rokok lokal yang membeli dengan harga yang layak,” katanya. Selasa (19/5/26).
Ia menyatakan, stabilitas harga tersebut memberikan dampak nyata terhadap kehidupan para petani. Bahkan, dirinya mengaku mampu melunasi utang lama hingga membeli lahan sendiri dari hasil bertani tembakau selama beberapa musim terakhir.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa melunasi hutang-hutang yang dulu membebani, bahkan bisa membeli lahan sendiri. Semua ini berkat perusahaan rokok lokal yang membeli tembakau kami dengan harga yang layak,” jelasnya.
Menurut Rasit, kehadiran pengusaha rokok lokal bukan hanya membantu petani secara individu, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa. Daya beli warga meningkat, aktivitas perdagangan kecil tumbuh, dan banyak tenaga kerja musiman ikut merasakan manfaat saat musim panen maupun proses produksi berlangsung.
Para petani juga semakin termotivasi meningkatkan kualitas tembakau agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar industri rokok lokal. Mereka kini lebih serius dalam proses penanaman, perawatan hingga pengeringan hasil panen.
Ia menilai, kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu ketika petani sering dihantui kerugian akibat minimnya pembeli dan anjloknya harga tembakau saat panen raya tiba.
“Sekarang petani merasa lebih tenang karena hasil panen memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih stabil,” ungkapnya.
Dalam tiga tahun terakhir, harga tembakau di Kabupaten Sumenep disebut relatif stabil. Kondisi tersebut membuat pendapatan petani meningkat dan memberi harapan baru bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian tembakau.
Karena itu, pihaknya petani berharap pengusaha rokok lokal tetap bertahan dan terus berkembang di Kabupaten Sumenep agar mampu menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di masa mendatang.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











