RSUD Sumenep Soroti Peran Strategis Bidan di Kepulauan, Jadi Penyelamat Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

Senin, 18 Mei 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, saat mengungkapkan tentang tenaga bidan memiliki posisi vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat (Istimewa - garudajatim.com)

i

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, saat mengungkapkan tentang tenaga bidan memiliki posisi vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep membuat peran tenaga bidan semakin tidak tergantikan.

Di tengah tantangan geografis yang memisahkan puluhan pulau, bidan menjadi garda paling depan dalam menjaga keselamatan ibu hamil dan bayi sejak masa kehamilan hingga persalinan.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan tenaga bidan memiliki posisi vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari akses rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan.

Menurutnya, keberadaan bidan di desa dan wilayah kepulauan bukan hanya membantu proses persalinan, tetapi juga menjadi penghubung utama masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

“Bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan bayi, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas. Mereka hadir paling dekat dengan masyarakat,” ujar dr. Erliyati. Senin (18/5/26).

Ia mengungkapkan, kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang didominasi wilayah kepulauan menyebabkan tidak semua masyarakat dapat dengan mudah menjangkau fasilitas kesehatan rujukan. Dalam situasi tersebut, bidan menjadi tenaga kesehatan pertama yang paling cepat memberikan pertolongan kepada ibu hamil maupun bayi baru lahir.

Tak jarang, lanjut dia, para bidan harus menghadapi berbagai kondisi darurat dengan fasilitas terbatas demi memastikan keselamatan pasien tetap terjaga.

“Di beberapa wilayah kepulauan, bidan menjadi tenaga kesehatan pertama bahkan satu-satunya yang dapat dijangkau masyarakat saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Selain menangani persalinan, para bidan juga dinilai memiliki peran besar dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Mulai dari edukasi pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, pendampingan masa nifas, hingga pencegahan risiko komplikasi kehamilan dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi kekuatan tersendiri karena para bidan tidak hanya hadir sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai pendamping sosial yang memahami kondisi masyarakat setempat.

“Peran bidan bukan sekadar membantu persalinan, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan agar ibu hamil merasa aman dan lebih siap menghadapi proses kelahiran,” jelasnya.

RSUDMA Sumenep menilai tantangan pelayanan kesehatan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah kepulauan.

Karena itu, pihaknya menyatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia kebidanan serta pemerataan distribusi tenaga bidan dinilai harus menjadi perhatian bersama.

Erliyati menekankan pentingnya dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, maupun masyarakat untuk memperkuat pelayanan kesehatan berbasis wilayah kepulauan.

“Peningkatan kompetensi tenaga bidan dan pemerataan layanan kesehatan menjadi langkah penting agar pelayanan ibu dan anak semakin optimal hingga ke pelosok kepulauan,” tegasnya.

Momentum Hari Internasional Bidan, lanjut dia, harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan ibu dan anak tidak lepas dari dedikasi para bidan yang bekerja langsung di lapangan dengan berbagai keterbatasan.

Menurutnya, pengabdian bidan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Sumenep.

“Keselamatan ibu dan bayi sangat bergantung pada kerja keras para bidan. Mereka adalah garda kemanusiaan yang bekerja langsung di tengah masyarakat,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru