Diduga Ayam MBG Tak Matang, SPPG Pakamban Laok 2 Dikecam: Anak Diare, Pengelola Sibuk Pencitraan

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, diduga sajikan ayam kurang mateng (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, diduga sajikan ayam kurang mateng (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menuai kecaman publik.

Pengelola dapur MBG di bawah naungan Yayasan Bumi Asfan Abadi dinilai abai terhadap keluhan serius masyarakat dan lebih mengedepankan pencitraan di media sosial ketimbang bertanggung jawab atas dampak kesehatan yang muncul.

Sorotan mencuat setelah sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami diare usai mengonsumsi menu ayam bakar dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ayam tersebut diduga tidak matang sempurna dan tetap disajikan kepada penerima manfaat.

Seorang guru berinisial NF menyebut kejadian tersebut bukan sekadar persoalan selera, melainkan menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak.

“Ini bukan keluhan biasa. Setelah makan MBG, beberapa anak dan guru mencret. Dugaan kami kuat, ayamnya tidak matang. Tapi tidak ada penjelasan resmi, tidak ada permintaan maaf, apalagi tanggung jawab,” tegas NF. Minggu (1/2/26).

NF menilai, sikap pengelola SPPG Pakamban Laok 2 justru semakin mengecewakan karena memilih bungkam atas keluhan tersebut, namun tetap aktif menampilkan konten positif di media sosial.

“Kalau ada masalah serius seperti ini, seharusnya dijelaskan secara terbuka. Bukan malah diam dan seolah semuanya baik-baik saja,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari wali murid berinisial MF. Ia menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 menunjukkan sikap anti-kritik dan tidak siap diawasi publik.

Menurut MF, sejumlah komentar wali murid yang menyampaikan keluhan secara sopan di akun TikTok SPPG Pakamban Laok 2 justru dihapus oleh admin.

“Kami tidak menghujat, hanya menyampaikan fakta. Tapi komentar kami dihapus. Ini kesannya mereka hanya ingin terlihat bagus, bukan mau memperbaiki masalah,” tegas MF dengan nada geram.

MF menegaskan, tindakan menghapus komentar justru memperkuat kecurigaan publik atas kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

“Kalau merasa tidak bersalah, kenapa harus menghapus kritik? Yang kami butuhkan kejelasan, bukan pencitraan,” imbuhnya.

Ketegangan ini memperpanjang daftar persoalan SPPG Pakamban Laok 2. Sebelumnya, menu MBG yang dinilai kering dan tidak layak juga ditolak secara massal oleh wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT) sebagai bentuk protes terbuka.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi media pun tidak mendapat respons.

Sikap diam tersebut semakin menguatkan penilaian publik bahwa pengelola SPPG Pakamban Laok 2 cenderung menghindari tanggung jawab, padahal Program MBG menyangkut hak dasar anak-anak dan tidak bisa dijalankan dengan pendekatan seremonial semata.

Publik kini mendesak instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2 guna memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru