Puting Beliung Mengamuk di Sumenep, 188 Bangunan Rusak, Aktivitas Warga Lumpuh

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Terjangan hujan lebat disertai angin kencang yang diduga kuat merupakan puting beliung mengamuk di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dalam hitungan menit, bencana cuaca ekstrem itu merusak ratusan bangunan milik warga dan memaksa aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat terhenti mendadak.

Fenomena alam yang datang tanpa peringatan tersebut membuat atap rumah beterbangan, bangunan porak-poranda, hingga fasilitas pendidikan ikut terdampak. Warga hanya bisa menyelamatkan diri dan harta benda seadanya saat angin kencang menyapu permukiman dengan suara menderu.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, sedikitnya 188 unit bangunan tercatat mengalami kerusakan. Rinciannya, 185 rumah warga, dua kios, serta satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidy, mengungkapkan bahwa intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang dalam durasi singkat menjadi pemicu utama kerusakan masif tersebut.

“Hujan lebat dan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan memiliki karakteristik puting beliung. Dampaknya cukup luas dan merusak, terutama di wilayah yang secara geografis memang rawan,” ujarnya. (3/2/26).

Ia menyatakan, wilayah terdampak terparah berada di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Di desa ini, 178 rumah warga mengalami kerusakan, sebagian besar pada bagian atap dan dinding bangunan. Banyak rumah dilaporkan tidak lagi layak huni akibat struktur yang melemah.

Sementara itu, lanjut dia, di Desa Pakangangan Tengah, Kecamatan Bluto, tercatat dua rumah warga terdampak angin kencang. Adapun di Desa Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, bencana tersebut merusak lima rumah warga, dua kios, serta satu ruang kelas MTs Putri Annuqayyah, yang berdampak langsung pada terganggunya proses belajar mengajar.

Ia menegaskan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah dan tingkat kerusakan secara detail.

“Kami masih melakukan pendataan di lapangan. Setiap bangunan kami klasifikasikan tingkat kerusakannya, apakah ringan, sedang, atau berat. Data ini akan menjadi dasar penentuan bentuk bantuan dan penanganan lanjutan,” tegasnya.

Menurut Laili, keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini. Setelah itu, langkah-langkah pemulihan akan disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

“Fokus utama kami adalah memastikan warga aman. Selanjutnya, rekomendasi bantuan akan kami susun berdasarkan kebutuhan nyata agar penanganannya tepat sasaran,” paparnya.

BPBD Kabupaten Sumenep juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang. Jika situasi memburuk, segera mencari tempat aman dan melaporkan kejadian darurat ke aparat setempat,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB