Viral Live MBG: Makanan Tergeletak di Lantai, Standar Higiene Dipertanyakan

Kamis, 2 April 2026 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Garuda Jatim – Praktik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam publik setelah sebuah siaran langsung di TikTok memperlihatkan proses pengepakan makanan yang dinilai tidak sesuai standar.

Dalam tayangan tersebut, paket makanan yang telah siap distribusi tampak diletakkan langsung di lantai ruang produksi, memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) itu memperlihatkan kondisi ruang packing yang terbatas, namun justru memunculkan pertanyaan besar terkait penerapan standar sanitasi. Pemilik akun yang melakukan siaran langsung, @BULBUL62, mengakui bahwa penempatan makanan di lantai dilakukan karena keterbatasan fasilitas.

“Mau ditaruh di mana kak, kalau mejanya tidak ada dan tempatnya sempit,” ujarnya dalam siaran tersebut.

Pengakuan itu dinilai tidak dapat dijadikan pembenaran. Berdasarkan SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola MBG, setiap tahapan pengelolaan makanan wajib memenuhi prinsip higiene dan keamanan pangan, termasuk memastikan makanan tidak terpapar potensi kontaminasi.

Lantai, sebagai area yang rentan terhadap debu, kotoran, dan bakteri, secara tegas tidak memenuhi standar sebagai media penempatan makanan, meskipun dalam kondisi telah dikemas. Praktik tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas makanan yang akan dikonsumsi siswa sebagai penerima manfaat program.

Selain itu, dalam tayangan yang sama juga terlihat aktivitas siaran langsung menggunakan ponsel pribadi di area dapur dan ruang packing. Hal ini turut menuai kritik dari warganet yang menilai penggunaan perangkat pribadi di ruang produksi berpotensi menimbulkan kontaminasi.

Dalam standar higiene sanitasi, perangkat seperti telepon genggam termasuk benda yang seharusnya dibatasi penggunaannya di area pengolahan makanan, karena dapat menjadi media pembawa kuman dari luar lingkungan produksi.

Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Lebeng Timur di bawah Yayasan Matlhabul Ulum, Nur Kholis, menyatakan akan memberikan sanksi kepada relawan yang dianggap tidak menjalankan tugas secara profesional.

“Siap, akan kami tindak tegas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait prosedur penanganan makanan yang benar, khususnya mengenai larangan menempatkan makanan di lantai, pihaknya tidak memberikan tanggapan.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya celah dalam pengawasan pelaksanaan MBG di lapangan. Ketidaksesuaian antara aturan yang telah ditetapkan dengan praktik yang terjadi menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan keamanan makanan yang didistribusikan.

Program MBG yang sejatinya bertujuan meningkatkan gizi siswa kini dihadapkan pada tantangan serius dalam aspek implementasi. Publik pun menuntut adanya evaluasi menyeluruh serta penegakan standar operasional yang lebih ketat.

Hingga saat ini, perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada klarifikasi, tetapi juga pada langkah konkret yang akan diambil oleh pihak terkait guna memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB