Sumenep Luncurkan Dapur Mandiri Pertama untuk Program MBG, Berikut Daftar Penerimanya

Rabu, 23 Juli 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dapur mandiri program makan bergizi gratis di Desa Aengdake, Bluto, Sumenep (Za - garudajatim.com) 

i

Ilustrasi dapur mandiri program makan bergizi gratis di Desa Aengdake, Bluto, Sumenep (Za - garudajatim.com) 

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi digulirkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Inisiatif ini dimulai dari Dapur Mandiri MBG pertama yang berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, dan menjadi pelopor di daerah tersebut.

Eka Putri Kurniasari, selaku Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Aengdake, mengatakan bahwa program ini ditujukan untuk peserta didik mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama seperti RA, MI, MTs, hingga SMK juga termasuk dalam daftar penerima manfaat. Di tahap awal, yang menerima makanan bergizi ini adalah siswa dari RA hingga SMA,” ujarnya. Rabu (23/25)

Pada fase pertama operasionalnya, lanjut dia, dapur MBG Aengdake telah membagikan sekitar 3.000 paket makanan ke 32 sekolah dan madrasah di wilayah tersebut.

“Kami terus melakukan penyempurnaan, terutama dalam sistem distribusi, karena jarak antar lembaga pendidikan cukup berjauhan,” jelasnya.

Ia menekankan, bahwa proses penyajian makanan dilakukan secara higienis, dengan mempertimbangkan waktu penyajian dan kandungan nutrisi yang sesuai dengan standar gizi nasional.

“Setiap porsi kami susun dengan mengacu pada pedoman gizi seimbang. Komposisinya meliputi nasi, ayam goreng, tahu, sayuran, buah-buahan, dan susu,” kata Putri.

Pihaknya menyampaikan, untuk menjaga selera makan anak-anak, menu makanan yang diberikan tidak bersifat monoton. Dapur menyusun menu secara bergiliran agar tetap menggugah selera dan tidak membosankan.

“Kami merancang variasi menu secara berkala supaya anak-anak tetap bersemangat menikmati makanannya. Selain memperhatikan kandungan gizi, kami juga memperhatikan rasa dan tampilan makanan,” tuturnya.

Ia menegaskan, dapur tersebut dirancang untuk bisa berkembang menyesuaikan kebutuhan ke depan. Jika jumlah penerima manfaat meningkat, pihaknya siap menambah kapasitas produksi.

“Konsep dapur kami fleksibel. Bila diperlukan, kami siap memperluas daya tampungnya agar semakin banyak siswa yang dapat menikmati manfaat program ini,” imbuhnya.

Berikut sekolah-sekolah yang terintegrasi dengan dapur MBG Aengdake kecamatan Bluto:

1. TK PGRI Bluto

2. TK Ar Rozaq Bluto

3. SDN 1 Aeng Dake

4. SMAN 1 Bluto

5. SMPI Nasyrul Ulum Aeng Dake

6. SMK Nasyrul Ulum Aeng Dake

7. SDN 1 Lobuk

8. SDN 1 Bluto

9. SMPN 1 Bluto

10. SDN 2 Aeng Dake

11. TK Nasyrul Ulum Aeng Dake

12. TK Muslimat 2 Lobuk

13. TK dan Paud Alhakimi Lobuk

14. TK Nurul Ibadah Aeng dake

15. SDN Pakandangan Sangra

16. TK Nurul Amin Pakandangan Sangra

17. MI Nurul Amin Pakandangan Sangra

18. MTS Nurul Amin Pakandangan Sangra

19. SDN 5 Aengbaja kenek20. SDN 1 Kapedi

21. TK PGRI Kapedi 1

22. MTS Raudhatul Ulum Kapedi

23. MA Raudhatul Ulum Kapedi

24. TK Raudhatul Ulum Kapedi

25. RA Raudhahul ulum Kapedi

26. SDN 1 Pakandangan Barat

27. TK PGRI 1 Pakandangan Barat barat

28. MTS Nurul Hidayah Aengbaja Kenek

29. TK An-Nuriyah Aengbaja Kenek

30. MI Nurul Hidayah

31. SDN 2 Pakandangan Barat

32. TK 2 Pakandangan Barat

Untuk diketahui, pengiriman MBG tersebut menggunakan 1 Unit mobil minivan dan 1 unit mobil box dengan didampingi oleh anggota Koramil 0827/04 Bluto.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB