Sumenep Catat Penurunan Kemiskinan Tertinggi se-Jawa Timur Tahun 2025

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, saat berada di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, saat berada di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, berhasil menorehkan capaian signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, tingkat kemiskinan di daerah ini turun menjadi 17,02 persen atau sekitar 188,48 ribu jiwa pada tahun 2025.

Angka tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 17,78 persen (sekitar 196,42 ribu jiwa). Penurunan sebesar 0,76 persen poin itu menjadi yang tertinggi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur pada tahun yang sama.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sistematis dari berbagai pihak, bukan semata pengaruh bantuan sosial.

“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tapi juga berupaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Setiap program diarahkan agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Rabu (29/25)

Menurut dia, strategi penurunan kemiskinan di Sumenep sejalan dengan kebijakan nasional, yakni:

1. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat,

2. Meningkatkan pendapatan masyarakat, dan

3. Menghapus kantong-kantong kemiskinan di pedesaan.

Pemkab Sumenep kini memperkuat peran ekonomi desa, khususnya melalui optimalisasi Dana Desa (DD) dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Arif menyebut sebagian alokasi DD diarahkan untuk ketahanan pangan dan usaha produktif agar masyarakat memiliki sumber pendapatan berkelanjutan.

Selain itu, lanjut dia, program padat karya infrastruktur juga digenjot untuk menyerap tenaga kerja lokal dan membuka akses bagi wilayah-wilayah terpencil, termasuk kepulauan.

“Upaya tersebut dilengkapi berbagai pelatihan keterampilan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, serta pelaksanaan job fair untuk memperluas akses terhadap peluang kerja,” tegas Arif.

Pemerintah daerah menargetkan efektivitas program tidak hanya terlihat pada penurunan angka statistik semata, tetapi juga pada keberlanjutan ekonomi warga.

“Kami berharap, strategi terpadu tersebut tak hanya menekan angka kemiskinan secara statistik, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi masyarakat akar rumput agar tidak kembali jatuh ke garis kemiskinan,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB