SPPG Rubaru Sumenep Jalan Tanpa Sertifikasi Lengkap, Klarifikasi Dinilai Normatif

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Rubaru Sumenep yang diduga tidak mengantongi sertifikasi (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Rubaru Sumenep yang diduga tidak mengantongi sertifikasi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Klarifikasi yang disampaikan Kepala SPPG Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, Moh. Fadil, terkait polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru dinilai gagal menjawab substansi persoalan.

Alih-alih meredakan keresahan wali murid, pernyataan tersebut memperlebar tanda tanya publik soal legalitas dan kelayakan operasional lembaga penyedia pangan bagi siswa.

SPPG yang dikelola Yayasan Rumah Juang Garuda Emas mengakui baru mengantongi satu sertifikat, yakni SLHS, sementara lima sertifikasi lain yang bersentuhan langsung dengan keamanan pangan dan keselamatan kerja masih berstatus dalam proses tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Saat dikonfirmasi media, Kepala SPPG Rubaru menyatakan belum dapat memastikan kapan seluruh sertifikasi tersebut diterbitkan.

“Kami belum bisa memastikan jangka waktunya,” ujar Moh. Fadil kepada media garudajatim.com Selasa (20/1/26).

Pernyataan tersebut dinilai normatif dan problematis karena tidak disertai dokumen pendukung berupa surat keterangan (suket) resmi dari lembaga penerbit sertifikasi.

Ketika ditanya apakah operasional SPPG saat ini ditopang oleh suket selama proses administrasi berlangsung, pihak SPPG kembali tidak memberikan jawaban tegas.

Kondisi ini memunculkan dugaan serius bahwa SPPG Rubaru beroperasi tanpa kelengkapan administratif yang semestinya, di tengah program nasional yang menyasar langsung konsumsi anak-anak sekolah. Situasi tersebut dinilai berisiko dan tidak sejalan dengan prinsip kehati-hatian dalam penyelenggaraan layanan pangan dan gizi.

Tidak hanya itu, disisi lain, keluhan wali murid tidak hanya berhenti pada aspek legalitas. Kualitas menu MBG juga disorot karena dinilai tidak sesuai dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional, baik dari sisi variasi, kelayakan gizi, maupun standar penyajian.

Namun hingga kini, pihak SPPG Rubaru belum memaparkan evaluasi terbuka ataupun langkah korektif yang konkret.

Dari total enam sertifikasi yang diwajibkan, lima di antaranya masih beralasan dalam proses tanpa disertai surat keterangan resmi yang memuat batas waktu penyelesaian. Kondisi ini dinilai tidak dapat dijadikan pembenaran berlarut-larut, terlebih jika menyangkut keamanan pangan, kesehatan siswa, dan keselamatan tenaga kerja.

Publik kini menuntut transparansi penuh. Yayasan Rumah Juang Garuda Emas dan pengelola SPPG Rubaru didesak membuka secara terbuka status legalitas, progres sertifikasi, serta mekanisme pengawasan internal yang dijalankan. Tanpa keterbukaan tersebut, setiap klarifikasi yang disampaikan hanya akan mempertebal krisis kepercayaan masyarakat.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB