SPPG Rubaru Lepas Tangan soal Sertifikasi Dapur Mitra, Pernyataan Kepala SPPG Picu Tanda Tanya Publik

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Rubaru dari Yayasan Rumah Juang Garuda Emas diduga bermasalah (Ris - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Rubaru dari Yayasan Rumah Juang Garuda Emas diduga bermasalah (Ris - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Pernyataan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rubaru dari Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, Moh. Fadil, menuai kritik tajam.

Dalam komunikasi tertulis yang beredar, ia secara tegas menyatakan bahwa persoalan kelengkapan persyaratan dan sertifikasi dapur mitra bukan berada dalam tanggung jawabnya, melainkan sepenuhnya menjadi urusan mitra atau yayasan.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan mendasar di ruang publik, jika kelengkapan administrasi dan sertifikasi bukan menjadi tanggung jawab Kepala SPPG, lalu di mana letak fungsi pengawasan dan akuntabilitas lembaga tersebut dalam memastikan kelayakan operasional dapur mitra.

Dalam penjelasannya, Moh. Fadil menyebut bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberikan mekanisme serta tenggat waktu kepada mitra dapur atau yayasan untuk melengkapi persyaratan.

Ia bahkan menyampaikan bahwa mitra diberi waktu hingga satu tahun, dengan konsekuensi pemutusan kontrak apabila kewajiban tidak dipenuhi. Namun, pernyataan itu disampaikan dengan frasa ‘kalau tidak salah’, yang semakin memperbesar keraguan publik.

Penggunaan frasa tersebut dinilai tidak sejalan dengan kapasitas jabatan yang diemban. Sebagai Kepala SPPG, Moh. Fadil semestinya memiliki kepastian data, rujukan kebijakan, serta dokumen resmi yang jelas, bukan sekadar asumsi atau ingatan personal.

“Yang pasti ada surat keterangannya. Tidak masuk akal jika SPPG tidak memegang dokumen tersebut,” demikian kritik yang muncul, mempertanyakan profesionalitas tata kelola administrasi SPPG Rubaru. Rabu (21/1/26)

Alih-alih menjawab keraguan tersebut dengan menunjukkan dasar hukum atau dokumen resmi, Moh. Fadil kembali menegaskan bahwa perannya hanya sebatas penata pelayan operasional dan sebatas mengingatkan mitra agar melengkapi sertifikat.

Pernyataan ini dinilai sebagai upaya melepaskan tanggung jawab struktural, dengan seluruh beban dialihkan kepada mitra dapur dan yayasan.

Padahal, secara sistem, SPPG bukan sekadar penghubung atau pengingat. SPPG merupakan bagian dari mekanisme pengendalian yang seharusnya memastikan mitra dapur memenuhi seluruh standar kelayakan sebelum dan selama operasional berjalan.

Ketika sertifikasi dinyatakan belum lengkap, publik mempertanyakan alasan operasional tetap dilanjutkan dan siapa yang memberikan persetujuan awal.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait longgarnya pengawasan di tubuh SPPG Rubaru. Jika benar sertifikasi krusial belum terpenuhi namun aktivitas tetap berlangsung, maka terdapat indikasi pembiaran administratif yang berpotensi melanggar prinsip tata kelola yang baik dan merugikan kepentingan publik.(Ris/Di

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru