Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Karang Anyar, Kabupaten Sumenep, saat menggelar pawai dalam rangka memeriahkan HUT KE-81 RI (Za - garudajatim.com)

i

Desa Karang Anyar, Kabupaten Sumenep, saat menggelar pawai dalam rangka memeriahkan HUT KE-81 RI (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar acara pawai dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ribuan masyarakat memadati jalur utama Desa Karang Anyar untuk mengikuti sekaligus menyaksikan karnaval kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Warga dari berbagai usia tampil dengan kreasi masing-masing, membawa pesan yang sama: kemerdekaan layak dirayakan dengan kegembiraan sekaligus kebersamaan.

Yang membuat karnaval tersebut semakin hidup adalah keterlibatan hampir seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak, kalangan pemuda, orang tua hingga perangkat desa ikut mengambil bagian.

Bahkan, Kepala Desa Karang Anyar Soharto Hadi memilih turun langsung bersama masyarakat, bukan sekadar menjadi penonton dari balik panggung.

Kreativitas warga pun tampil tanpa batas. Iringan musik tong-tong, parade busana mantenan, tarian daerah hingga atraksi gojangan jaran yang dibalut alunan musik khas saronen menjadi suguhan yang menyedot perhatian masyarakat di sepanjang rute karnaval.

Salah seorang warga, Noval Wahedi, mengatakan karnaval kemerdekaan merupakan salah satu momentum yang selalu dinantikan masyarakat. Antusiasme bahkan telah terasa sejak jauh hari, terutama dari anak-anak yang ingin ambil bagian dalam perayaan tersebut.

“Kami menantikan momen ini. Anak saya selalu ingin ikut tampil, dan kami rela swadaya demi mendukung kemeriahan karnaval,” ujarnya. Minggu (30/8/26)

Menurut Noval, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih memiliki tempat kuat di tengah kehidupan warga.

Perayaan HUT RI, kata dia, tidak harus selalu berlangsung dengan kegiatan besar dan mahal, tetapi dapat diwujudkan melalui kebersamaan serta ruang bagi masyarakat untuk berkarya.

Ia pun mengapresiasi pemerintah desa yang memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kades yang memberi ruang bagi warga untuk berkarya melalui kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Anyar Soharto Hadi menegaskan bahwa karnaval tersebut tidak ingin berhenti sebagai kegiatan seremonial untuk memeriahkan kalender kemerdekaan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.

“Kami ingin generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa sekaligus bangga dengan kekayaan budaya yang dimiliki,” tegasnya.

Menurut Soharto, nilai paling penting dari karnaval justru terlihat dari proses sebelum kegiatan berlangsung. Masyarakat bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari dekorasi, kostum, konsep penampilan hingga membantu memastikan kegiatan berjalan tertib.

Keterlibatan warga tersebut menjadi gambaran bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan seremoni, tetapi juga dapat diterjemahkan melalui praktik kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Kemeriahan karnaval turut mendapat perhatian dari jajaran Forkopimcam Kalianget. Camat, Kapolsek dan Danramil Kalianget hadir menyaksikan langsung rangkaian kegiatan masyarakat tersebut.

Dukungan juga datang dari sejumlah wakil rakyat asal Desa Karang Anyar. Anggota DPRD Sumenep Agus Hariyanto dari Fraksi Gerindra dan Hairul Anwar dari Fraksi PPP turut hadir di tengah masyarakat.

Kehadiran unsur pemerintahan, aparat keamanan hingga wakil rakyat semakin menegaskan bahwa karnaval tersebut telah menjadi ruang bersama masyarakat Karang Anyar.

Menariknya, kekuatan utama perayaan itu bukan terletak pada kemewahan panggung maupun besarnya anggaran, melainkan pada kreativitas warga yang lahir dari swadaya dan semangat kebersamaan.

Tong-tong yang menggema, saronen yang mengiringi atraksi jaran, busana tradisional yang berjejer, serta tarian yang dibawakan warga menjadi potret bahwa budaya lokal masih mampu menjadi daya tarik ketika diberikan ruang untuk tampil.

Pada akhirnya, Karnaval Kemerdekaan Karang Anyar 2026 bukan hanya tentang merayakan bertambahnya usia kemerdekaan Indonesia.

“Acara ini menjadi cermin bagaimana sebuah desa menjaga ingatan sejarah, merawat budaya dan membangun kebersamaan melalui cara yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat berkumpul, berkarya dan bergotong royong,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru