Simbol Persatuan dalam Kebhinekaan, Pemkab Sumenep Gelar Upacara HUT ke-80 RI dengan Nuansa Pakaian Adat Daerah

Minggu, 17 Agustus 2025 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, beri hormat kepada bendera merah putih saat upacara HUT ke-80 RI (Za - garudajatim.com)

i

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, beri hormat kepada bendera merah putih saat upacara HUT ke-80 RI (Za - garudajatim.com)

SUMENEP – Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan cara istimewa.

Seluruh peserta, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara.

Upacara yang dipusatkan di halam Pemkab setempat, itu berlangsung khidmat namun sarat makna. Nuansa merah putih berpadu dengan ragam busana tradisional, mencerminkan pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman.

“Aturan baru tersebut memang sengaja diterapkan untuk memberikan sentuhan berbeda pada upacara HUT RI kali ini,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep, Achmad Dzulkarnain. Minggu (17/25)

Ia menegaskan, kalau biasanya memakai jas, tahun ini sudah diputuskan seluruh pejabat akan menggunakan pakaian adat sesuai asal daerah masing-masing.

“Mulai dari busana khas Madura, Aceh, Sumatera, Bali, hingga daerah-daerah lainnya. Hal ini memiliki makna penting, yakni memperkenalkan keberagaman busana tradisional nusantara sekaligus meneguhkan semangat kebhinekaan,” tegasnya.

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo, saat memberikan bendera merah putih kepada petugas pengibar bendera HUT ke-80 RI (Za – garudajatim.com)

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa pemakaian pakaian adat bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengingat bahwa Indonesia dibangun atas pondasi kebhinekaan.

“Dengan mengenakan pakaian adat, kita ingin menguatkan kembali identitas bangsa yang majemuk, sekaligus menanamkan kebanggaan kepada generasi muda bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan perbedaan,” katanya.

Selain Forkopimda, sejumlah ASN terlihat mengenakan pakaian khas Madura, Jawa, Bali, Bugis, hingga Papua.

Momentum ini juga sekaligus menjadi ruang edukasi budaya. Tak sedikit warga yang hadir menyaksikan turut mengabadikan momen penuh warna tersebut.

Petugas paskibraka saat mengibarkan bendera merah putih saat suasana HUT ke-80 RI (Za – garudajatim.com)

“Pakaian adat adalah warisan leluhur. Menggunakannya di momen sakral kemerdekaan, menegaskan bahwa kita bangga menjadi bangsa Indonesia yang kaya budaya,” tambahnya.

“Pakaian adat bukan sekadar busana, tetapi simbol perjuangan dan jati diri bangsa. Semoga semangat ini terus hidup dalam diri generasi penerus,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru