SUMENEP, Garuda Jatim — Sejumlah bangunan Sekolah Dasar (SD) yang rusak dan bahkan roboh di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tahun ini dipastikan tidak akan tersentuh perbaikan hingga tahun anggaran berikutnya.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Andriansyah Ali Sochibi, yang mengungkapkan bahwa dinas tidak memiliki ruang fiskal untuk menangani kerusakan mendadak di sektor pendidikan.
“Sekolah yang roboh atau rusak tahun ini belum bisa ditangani, karena tidak ada dana taktis untuk respon cepat,” ujar Andriansyah. Senin (24/11/25)
Ia menegaskan, bahwa setiap kerusakan yang muncul pada tahun berjalan harus melalui mekanisme pengusulan dan baru bisa masuk dalam anggaran tahun berikutnya.
Kondisi ini membuat sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan menahun maupun kejadian mendadak harus menunggu cukup lama hingga proses perbaikan bisa dilakukan.
Sebuah jeda waktu yang kerap menjadi sorotan publik, terutama saat ruang kelas yang rusak mengancam keselamatan siswa.
Andriansyah menjelaskan, bahwa Disdik Sumenep tidak memiliki dana taktis untuk kebutuhan darurat seperti ambruknya ruang kelas, ruang guru, atau bangunan penunjang lainnya.
“Kerusakan yang muncul tahun ini masih harus diusulkan terlebih dahulu untuk masuk ke anggaran tahun depan,” tegasnya.
Ketergantungan penuh pada siklus perencanaan APBD dan APBN membuat respons cepat mustahil dilakukan, meskipun kerusakan terjadi secara tiba-tiba.
Disdik Sumenep tahun ini telah mengantongi anggaran besar pada 2025 untuk pembangunan dan revitalisasi sekolah. Totalnya mencapai lebih dari Rp 26 miliar, yang merupakan hasil perencanaan tahun sebelumnya.
17 SD ditetapkan sebagai penerima perbaikan dan revitalisasi. Dari APBN Rp 18,6 miliar, 18 SD Rp 9,06 miliar, 6 SMP Rp 7,17 miliar, dan 8 TK Rp 1,83 miliar.
Seluruh proyek tersebut merupakan daftar pekerjaan yang disusun pada perencanaan tahun 2024 dan mulai dieksekusi tahun ini.
Karena itu, sekolah-sekolah yang rusak pada tahun berjalan belum dapat disertakan dalam daftar pekerjaan yang sedang berlangsung.
Andriansyah memastikan bahwa seluruh pembangunan yang sudah masuk daftar 2025 ditargetkan rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2025, sesuai timeline yang telah ditetapkan pemerintah daerah dan pusat.
Namun, ia mengingatkan bahwa sekolah yang rusak baru pada tahun ini tidak termasuk dalam daftar tersebut.
“Ruang sekolah yang diberitakan rusak dan ambruk pada tahun ini baru diusulkan dan dianggarkan untuk tahun depan,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











