Samsiyadi Paparkan Laporan Reses I 2025: Fraksi NasDem Soroti Ketimpangan Infrastruktur Kepulauan Sumenep

Sabtu, 22 November 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, dari Fraksi Partai NasDem, Samsiyadi, saat berada di kantornya (istimewa - garudajatim.com)

i

Anggota (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, dari Fraksi Partai NasDem, Samsiyadi, saat berada di kantornya (istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, dari Fraksi Partai NasDem, Samsiyadi, memaparkan Laporan Hasil Reses I Tahun Sidang 2025 dalam Rapat Paripurna.

Laporan yang disampaikan di ruang rapat utama kantor dewan itu menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, yang hingga kini masih mengalami ketertinggalan infrastruktur dan pelayanan dasar.

Dalam paparannya, Samsiyadi, mengatakan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi fondasi utama representasi politik sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD Sumenep.

“Reses adalah momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah,” ujarnya. Sabtu (22/11/25)

Samsiyadi membuka laporannya dengan mengapresiasi enam anggota Fraksi NasDem yang terjun langsung menyerap aspirasi masyarakat selama masa Reses I yang berlangsung pada 7–14 November 2025.

Menurutnya, kerja kolektif Fraksi NasDem selama reses memungkinkan penyaringan persoalan-persoalan mendesak di setiap kepulauan, terutama Masalembu, Karamian, Raas, dan Arjasa wilayah yang selama ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Dalam laporan resmi tersebut, mayoritas aspirasi masyarakat mengarah pada isu klasik di kepulauan yaitu infrastruktur, transportasi, dan layanan dasar.

Namun kali ini, dorongan masyarakat lebih spesifik dan terarah. Berikut isu-isu yang menonjol:

1. Percepatan pembangunan listrik PLN

Warga Pulau Masalembu meminta layanan listrik 24 jam serta percepatan pembangunan fasilitas PLN di Pulau Maskambing, Karamian, dan Raas.

2. Penguatan pengawasan laut & fasilitas perikanan

Masyarakat mendesak pembangunan Polair dan Poskamla di Masalembu untuk mengatasi masuknya kapal-kapal luar daerah. Fasilitas pengolahan hasil perikanan juga dinilai sangat urgent.

3. Transparansi dan pengawasan ketat anggaran daerah

Warga meminta audit berkala dan evaluasi kinerja aparatur pemerintah agar anggaran untuk kepulauan tepat sasaran dan memiliki dampak nyata.

4. Perbaikan jalan dan pelabuhan

Pelabuhan Masalembu disebut perlu penanganan darurat. Kondisi jalan di hampir seluruh wilayah kepulauan juga dilaporkan rusak berat.

5. Pengadaan kapal transportasi layak

Masyarakat mendesak peremajaan armada lama serta pengadaan kapal baru untuk menunjang mobilitas dan konektivitas antar-pulau.

6. Pembangunan dermaga Kangayan

Kecamatan Kangayan disebut sebagai satu-satunya kecamatan kepulauan tanpa dermaga. Warga meminta percepatan pembangunan agar arus ekonomi tidak kembali tertinggal.

7. Peningkatan jalan Arjasa

Jalan penghubung Desa Kalinganyar–Pajennangger dalam kondisi rusak parah dan membutuhkan pengaspalan segera.

8. Penambahan modal BUMDes

Warga menuntut penguatan BUMDes agar dapat memperluas usaha produktif dan menopang perekonomian lokal.

9. Pengembangan fasilitas olahraga

Masyarakat meminta pembangunan lapangan sepak bola, voli, futsal, serta area olahraga outdoor, termasuk pembinaan atlet muda.

10. Peningkatan kualitas pendidikan

Aspirasi termasuk perbaikan sarana sekolah, peningkatan kapasitas guru, dan pemerataan akses pendidikan di kepulauan.

Semua aspirasi tersebut, kata Samsiyadi, telah dirangkum dalam dokumen resmi dan disampaikan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme paripurna.

Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan suara warga tidak berhenti hanya sebagai laporan.

“Kami berharap hasil reses ini benar-benar menjadi bagian dari dokumen perencanaan daerah dan ditindaklanjuti secara konkret. Aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus diwujudkan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB