Polres Sumenep Tak Beri Izin Mr Ball Gelar DJ Meysha

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLT Humas Polres Sumenep, Widiarti, saat diwawancarai (Za - garudajatim.com)

i

PLT Humas Polres Sumenep, Widiarti, saat diwawancarai (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Polres Sumenep, Jawa Timur tidak memberikan izin terhadap pelaksanaan DJ Meysha yang bakal digelar di Mr Ball.

PLT Humas Polres Sumenep, Widiarti, mengatakan bahwa gelaran DJ Meysha yang bakal di gelar di Mr Ball nanti malam secara resmi polres tidak mengeluarkan izin.

“Polres Sumenep tidak mengeluarkan ijin,” ujar singkat Widiarti kepada media garudajatim.com Jumat (2/1/25)

Diberitakan sebelumnya Aktivis Sumenep, Tolak Amir, menyatakan bahwa pagelaran DJ musik elektronik semacam ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan potensi pelanggaran terhadap kultur religius Sumenep yang selama ini sangat dijunjung tinggi oleh warganya.

“Karenanya, gelaran pesta malam berpenampilan DJ dan elemen nightlife akan membawa dampak negatif, khususnya pada generasi muda yang rentan terpengaruh gaya hidup konsumeristik yang dinilai tidak cocok dengan karakter lokal masyarakat Sumenep,” ujarnya.

“Kami memahami bahwa warga berhak berekspresi, namun ketika ekspresi itu menabrak norma budaya, kita wajib bersuara. DJ Meysha di MR Ball bukan sekadar musik, ini adalah simbol dari arus eksternal yang bisa merusak struktur moral komunitas,” tegasnya.

Menurutnya, ini bukan soal selera musik. Ini soal keberanian menantang wajah Sumenep sebagai daerah religius. Jika dipaksakan, jangan salahkan rakyat bila turun tangan.

Pihaknya menilai, rencana acara ini sarat kejanggalan, terutama soal perizinan yang terkesan senyap dan minim sosialisasi publik.

Amir menyampaikan, apakah Aparat Penegak Hukum memberikan izin dan dasar pemberian izin seperti apa jika diizinkan, dan rekomendasi tokoh agama, serta kajian dampak sosial dan keamanan.

“Kalau aparat berani mengeluarkan izin tanpa mendengar suara ulama dan masyarakat, maka yang dipertaruhkan bukan cuma acara, tapi legitimasi moral pemerintah sendiri,” kecamnya.

“Ini lebih nekat. Seolah-olah ada yang ingin menguji sejauh mana masyarakat Sumenep masih bisa dibungkam,” tukasnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, setelah redaksi garudajatim.com mencoba konfirmasi melalui media WhatsApp, Pihak Mr Ball dan Polres Sumenep masih bungkam.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru