Polemik Dugaan Intimidasi Penyaluran Bansos di Galis Giligenting Sumenep Menguat, Warga Ungkap Pemotongan Sudah Lama Terjadi

Sabtu, 8 November 2025 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi masyarakat menjerit akibat bansos di  sunnat selama dua tahun (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi masyarakat menjerit akibat bansos di sunnat selama dua tahun (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Polemik dugaan intimidasi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, warga setempat yang mengaku telah dua tahun lamanya mengalami praktik pemotongan bantuan.

Seorang warga berinisial I menyampaikan kekecewaannya atas situasi yang disebut telah merusak kepercayaan publik terhadap pelayanan di tingkat desa.

“Jujur kami sebagai masyarakat kecewa jika itu terjadi. Ini memalukan, apalagi sampai ada dugaan intimidasi,” ujar I saat dikonfirmasi garudajatim.com Sabtu (8/11/25).

I menyebut, praktik pemotongan dana bansos sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir. Menurut pengakuannya, pemotongan diduga bervariasi berdasarkan jenis bantuan.

“Saya sudah mendengar praktik pemotongan itu sekitar dua tahun berjalan ini,” tuturnya.

Pihaknya merinci, bahwa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) disebut dipotong sekitar Rp 30 ribu, sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sekitar Rp 40 ribu.

“Semoga ke depan tidak terjadi lagi. Kasihan warga kalau haknya masih dipotong,” imbuhnya.

Kesaksian warga I memperkuat dugaan penyalahgunaan kewenangan yang sebelumnya menyeruak melalui rekaman suara seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai istri Kepala Desa Galis berinisial F.

Dalam voice note yang beredar, perempuan tersebut memperingatkan warga agar mencairkan bansos di agen tertentu dan mengklaim memiliki kewenangan menghentikan bantuan penerima.

Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait hingga kini masih belum membuahkan hasil.

Saat dihubungi melalui telepon nomor yang diduga milik perempuan berinisial F sempat tersambung. Namun, panggilan tersebut justru dijawab oleh seorang anak kecil.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada, nanti aku bilang ke mama,” ujar suara anak itu melalui sambungan telepon.

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi, baik melalui panggilan telepon maupun pesan singkat.

Kasus ini kini mendapat sorotan publik mengingat bansos merupakan hak warga yang harus disalurkan tanpa tekanan, pemaksaan, ataupun pemotongan di luar ketentuan.

Praktik pemaksaan lokasi pencairan hingga potongan nominal, jika terbukti, dapat dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran etik dan penyalahgunaan jabatan.

Hingga berita ini ditayangkan, Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan serta dugaan tersebut, termasuk apakah akan dilakukan penelusuran atau langkah investigasi lapangan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB