PMII UPI Sumenep Gugat Mandulnya Pusat Informasi KKKS, DPRD Diminta Bangun dari Tidur Panjang

Senin, 15 Desember 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PMII UPI Sumenep saat audensi tentang tata kelola sektor hulu migas di DPRD (Istimewa - garudajatim.com)

i

PMII UPI Sumenep saat audensi tentang tata kelola sektor hulu migas di DPRD (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Kritik keras terhadap tata kelola sektor hulu migas menggema di ruang Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas PGRI (UPI) Sumenep menggelar audiensi bertajuk “Menyoal Pusat Informasi KKKS Kabupaten Sumenep Mandul, DPRD Harus Bangun dari Tidurnya”, menantang wakil rakyat untuk membuktikan fungsi pengawasan yang selama ini dinilai tumpul.

Audiensi yang diikuti 15 mahasiswa itu diterima empat anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti keberadaan Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang dinilai tak memberi dampak nyata bagi publik sejak berdiri pada 2021.

Empat tahun berjalan, fungsi edukasi dan penyampaian informasi seputar aktivitas hulu migas dinilai nyaris tak terasa di tengah masyarakat.

Koordinator lapangan PMII UPI Sumenep, Moh. Hidayat, mengatakan bahwa audiensi digelar untuk meminta kejelasan pengawasan DPRD terhadap pusat informasi KKKS.

Ia menyebut, berbagai upaya sebelumnya termasuk aksi demonstrasi ke pemerintah daerah dan pusat informasi KKKS belum menghasilkan titik terang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar apakah Komisi II benar-benar menjalankan mandat pengawasan, atau justru membiarkan persoalan berlarut?

“PMII juga menilai, penjelasan dari penanggung jawab KKKS selama ini tidak sejalan dengan tugas dan fungsi yang semestinya. Karena itu, mahasiswa mendesak evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat DPRD terhadap kinerja pusat informasi KKKS yang dikelola BUMD PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) atas mandat pemerintah daerah,” ujarnya. Senin (15/12/25)

Sorotan lebih tajam disampaikan Ketua Komisariat PMII UPI Sumenep, Diky Alamsyah. Ia menyebut, sejak berdiri empat tahun lalu, pusat informasi KKKS belum menunjukkan kontribusi positif bagi masyarakat Sumenep.

Alih-alih menjadi rujukan informasi aktivitas migas, keberadaan pusat tersebut justru dinilai gagal menjalankan perannya. Dampaknya, ruang disinformasi terbuka lebar, terutama di wilayah terdampak seperti Kepulauan Kangean, yang rawan konflik akibat simpang siur informasi.

Menanggapi desakan mahasiswa, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep, Agus Harianto, menyampaikan keprihatinan atas kondisi daerah yang kaya sumber daya alam namun belum berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat.

Ia menyatakan Komisi II akan segera merapatkan barisan dengan memanggil Kepala Bagian Perekonomian dan Direktur PT WUS guna mengevaluasi pusat informasi KKKS yang dinilai belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sikap senada disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Sumenep, Abd. Rahman. Ia menyatakan kesiapan DPRD untuk mengawal persoalan ini bersama PMII UPI Sumenep.

Bahkan, Komisi II berencana melayangkan surat resmi kepada pemerintah daerah, PT WUS, dan SKK Migas agar duduk bersama dalam forum diskusi lanjutan untuk membedah persoalan pusat informasi KKKS secara terbuka dan komprehensif.

DPRD, kata dia, siap satu suara dengan mahasiswa dan berkomitmen mengawal hingga tuntas.

Empat Tuntutan dan Ancaman Aksi Lanjutan

Dalam audiensi tersebut, PMII UPI Sumenep menyampaikan empat tuntutan tegas:

1. Pengawasan masif DPRD terhadap BUMD sebagai penanggung jawab pusat informasi KKKS.

2. Audit menyeluruh terhadap pusat informasi KKKS yang dinilai abai menjalankan tugas dan fungsi selama empat tahun.

3. Pengiriman surat kepada Bupati Sumenep untuk melakukan evaluasi total.

4. Komitmen bersama DPRD dan PMII UPI Sumenep untuk mengawal evaluasi pusat informasi KKKS hingga tuntas.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru