Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang kasus ODGJ Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Sidang kasus ODGJ Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Sunyi kembali menyelimuti ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Jawa Timur. Bukan karena palu hakim diketuk, melainkan karena suara seorang terdakwa yang bergetar menahan kegelisahan.

Asip Kusuma, warga Sapudi, berdiri di hadapan majelis hakim dan membacakan sendiri nota pembelaannya dalam sidang lanjutan perkara ODGJ Sapudi, sebuah kasus yang sejak awal menyisakan banyak tanda tanya.

Dengan nada datar namun sarat tekanan batin, Asip mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan berakhir di kursi pesakitan.

Ia menyebut dirinya orang awam yang tak memahami hukum, terlebih harus menjalani proses pidana atas peristiwa yang menurut keyakinannya justru menempatkan dirinya sebagai korban.

“Saya bingung, kenapa saya yang jelas-jelas menjadi korban pemukulan Sahwito, yang hanya berusaha menangkis serangan demi serangan, malah ditahan dan dianggap bersalah,” ujar Asip, memecah keheningan ruang sidang. Rabu (14/1/26)

Asip menegaskan, tidak pernah memiliki niat jahat, apalagi keinginan untuk mencelakai Sahwito. Seluruh tindakan yang ia lakukan, menurutnya, semata-mata untuk menghentikan amukan agar situasi tidak semakin membahayakan orang lain. Ia pun membantah keras tuduhan bahwa dirinya melakukan pemukulan.

“Kalau ada yang menilai saya memukul, menurut saya itu tidak benar. Saya tidak merasa melakukan pemukulan terhadap Sahwito,” tegasnya.

Dalam pledoi tersebut, Asip juga membeberkan fakta bahwa ia mengalami luka di bagian lengan dan betis akibat insiden tersebut.

Namun, karena situasi yang kacau dan penuh kepanikan, ia baru menyadari luka-luka itu setelah kejadian berakhir. Keesokan harinya, ia sempat mengajukan visum ke Puskesmas Nonggunong, tetapi hasil pemeriksaan tersebut tidak menunjukkan temuan berarti.

Peristiwa itu sendiri terjadi saat Asip menghadiri pesta pernikahan keluarga di Desa Rosong. Acara yang seharusnya menjadi perayaan kebahagiaan justru berubah menjadi kepanikan massal.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru