Petani Milenial Sumenep Ciptakan Pupuk Organik Inovatif, Menuju Pertanian Ramah Lingkungan dan Mandiri

Jumat, 17 Oktober 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi Pupuk Organik Kelompok Petani Milenial Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Inovasi Pupuk Organik Kelompok Petani Milenial Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Inovasi pertanian di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus menunjukkan geliat yang menggembirakan.

Di tengah tantangan mahalnya pupuk dan menurunnya kesuburan tanah akibat bahan kimia, sekelompok Petani Milenial Sumenep hadir dengan terobosan baru, menciptakan pupuk organik hasil racikan sendiri yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi sektor pertanian lokal.

Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Dewo Ringgih, menyebutkan bahwa langkah kreatif para petani muda ini mendapatkan dukungan penuh dari DKPP, baik dari sisi pendampingan teknis maupun fasilitasi perizinan ke Kementerian Pertanian (Kementan).

“Produk pupuk organik ini sudah kami dampingi dalam pengurusan izin edar. Tahapannya meliputi analisis laboratorium untuk memastikan kandungan pupuk sesuai standar nasional, hingga pendaftaran izin edar dan rencana produksi massal,” ujarnya, Jumat (17/25)

Dewo menjelaskan, saat ini kelompok petani tersebut tengah berada pada tahap pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama koperasi.

“Karena izin edar belum terbit, produk tersebut belum boleh dikomersialkan, dan untuk sementara hanya digunakan secara internal di lahan-lahan milik anggota kelompok,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, mengungkapkan bahwa seluruh proses pembuatan pupuk dilakukan secara mandiri oleh anggotanya, mulai dari fermentasi bahan baku alami seperti kotoran ternak, dedaunan, hingga proses pengeringan dan pengemasan produk.

“Kami ingin menunjukkan bahwa petani muda bisa mandiri, tidak bergantung pada pupuk kimia. Izinnya sedang kami ajukan ke Kementerian Pertanian, dan target kami pupuk ini bisa menjadi alternatif murah, sehat, dan ramah lingkungan,” papar Halim.

Menurutnya, pengembangan pupuk organik ini tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga menjadi gerakan menuju pertanian berkelanjutan yang menjaga kualitas tanah dan hasil panen.

Senada disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengapresiasi semangat para petani muda tersebut.

Ia menilai langkah mereka selaras dengan arah kebijakan pertanian nasional yang menekankan transformasi menuju pertanian hijau dan berbasis inovasi.

“Kami sangat mendukung gerakan seperti ini. Petani milenial adalah ujung tombak transformasi pertanian masa depan. Mereka harus kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan punya visi lingkungan. Inovasi seperti pupuk organik buatan sendiri ini membuktikan bahwa anak muda Sumenep siap memimpin perubahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, DKPP terus berkomitmen untuk mendorong kemunculan petani-petani muda inovatif di setiap kecamatan, melalui pelatihan, bantuan sarana produksi, hingga fasilitasi pemasaran hasil pertanian..

“Sumenep punya potensi besar untuk menjadi pionir pertanian hijau di Jawa Timur. Dengan kreativitas dan semangat petani muda, kita bisa wujudkan pertanian yang tidak hanya produktif, tapi juga lestari,” tutupnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB