Pemkab Sumenep Undang Eks Napiter di Upacara HUT ke-80 RI

Minggu, 17 Agustus 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyerahkan dokumen secara simbolis kepada perwakilan napiter dalam rangkaian upacara HUT ke-80 RI (Za - garudajatim.com) 

i

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyerahkan dokumen secara simbolis kepada perwakilan napiter dalam rangkaian upacara HUT ke-80 RI (Za - garudajatim.com) 

SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadirkan para mantan narapidana kasus terorisme (napiter) sebagai tamu undangan resmi dalam upacara kemerdekaan.

Undangan itu tidak hanya ditujukan bagi eks napiter yang tinggal di wilayah daratan, tetapi juga mereka yang berasal dari kepulauan Sumenep.

Kehadiran mereka disambut hangat, menandai sebuah momentum rekonsiliasi sosial di tengah semangat persatuan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan bahwa undangan tersebut bagian dari upaya pembinaan sekaligus pencegahan agar kesalahan serupa tidak terulang kembali.

“Dengan kehadiran mereka dimaksudkan agar mereka bisa ikut serta dalam upacara HUT ke-80 RI, serta bisa cinta nasionalisme dan cinta tanah air,” ujarnya. Sabtu (17/25)

“Terdapat tujuh orang eks napiter Sumenep. Namun, hanya tiga orang yang masih tinggal di daerah ini, sementara empat lainnya telah menetap di luar Sumenep. Tiga orang tersebut berdomisili di Arjasa, Kolor, dan Bluto,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan kehadiran para eks napiter menjadi simbol keterbukaan sekaligus pengakuan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang berhak ikut merayakan kemerdekaan.

“Hari Kemerdekaan adalah milik semua warga bangsa. Dengan mengundang mereka, kita menunjukkan bahwa tidak ada warga negara yang ditinggalkan. Ini adalah langkah menuju persatuan yang lebih utuh,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB